Google search engine
HomeEkbisEkonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat, BI Perkuat Kebijakan Dorong Pemulihan

Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat, BI Perkuat Kebijakan Dorong Pemulihan

JAKARTA-kanalsembilan.com (28 Oktober 2025)

Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional tetap kuat dan perlu terus didorong agar sesuai kapasitas perekonomian. Pada triwulan III 2025, ekonomi Indonesia ditopang oleh kenaikan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja, di tengah antisipasi terhadap tarif resiprokal Amerika Serikat.

Sementara itu, permintaan domestik masih perlu diperkuat untuk mendukung konsumsi rumah tangga dan investasi. Belanja pemerintah, terutama untuk proyek prioritas di bidang pangan, energi, dan bantuan sosial, turut menopang pertumbuhan.

“BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6–5,4%, dan meningkat pada 2026,” jelas Ramdan Denny Prakoso Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.

Dijelaskan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) juga tetap terjaga. Transaksi berjalan triwulan III 2025 mencatat surplus, sementara posisi cadangan devisa akhir September mencapai 148,7 miliar dolar AS, setara 6,2 bulan impor. Meski terjadi net outflows investasi portofolio sebesar 5,26 miliar dolar AS, BI menilai ketahanan eksternal masih kuat.

Nilai tukar Rupiah stabil di level Rp16.585 per dolar AS pada 21 Oktober 2025, menguat 0,45% dibanding akhir September. BI terus menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing dan pembelian SBN di pasar sekunder.

Inflasi juga terjaga dalam sasaran 2,5±1%, dengan inflasi IHK September tercatat 2,65% (yoy). Kenaikan terutama berasal dari harga bahan pangan seperti beras, cabai, dan daging ayam.

Untuk memperkuat pertumbuhan, BI menurunkan BI-Rate menjadi 4,75%, level terendah sejak 2022, serta menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) sebesar Rp393 triliun ke berbagai sektor produktif, termasuk pertanian, manufaktur, dan UMKM.

BI juga mendorong perbankan agar mempercepat penurunan suku bunga kredit sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter. Dengan langkah tersebut, BI optimistis perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih kuat dan stabil pada 2026. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments