SURABAYA-kanalsembilan.com (2 September 2026)
Inflasi Provinsi Jawa Timur pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,34 persen secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) dibandingkan Juli 2026.
Berdasarkan Ringkasan Perkembangan Inflasi Provinsi Jawa Timur Agustus 2026, inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) mencapai 1,82 persen. Sementara itu, inflasi tahunan atau year-on-year (y-o-y) tercatat sebesar 3,32 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Jawa Timur secara m-to-m pada Agustus 2026. Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi adalah daging ayam ras.
Kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kondisi tersebut mendorong peningkatan permintaan terhadap sejumlah produk pangan, terutama komoditas hasil peternakan seperti daging ayam ras dan daging sapi.
Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura mengalami penurunan harga. Bawang merah, bawang putih, dan tomat menjadi beberapa komoditas yang harganya turun seiring meningkatnya pasokan selama musim panen pada Agustus 2026.
Selain faktor pangan, perkembangan harga emas global turut memengaruhi dinamika inflasi di Jawa Timur. Kenaikan harga emas dunia berdampak terhadap peningkatan harga emas perhiasan di pasar domestik pada tingkat konsumen.
Komoditas emas perhiasan tercatat menjadi salah satu pendorong utama inflasi Jawa Timur secara tahunan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang utama inflasi secara y-o-y pada Agustus 2026, dengan emas perhiasan sebagai komoditas utama pendorongnya.
Tahun Ajaran Baru Turut Pengaruhi Inflasi
Dinamika inflasi Agustus juga dipengaruhi momentum pergantian tahun ajaran baru. Periode tersebut kerap dimanfaatkan penyelenggara jasa pendidikan untuk melakukan penyesuaian tarif atau biaya pendidikan.
Pada Agustus, penyesuaian tarif terutama terjadi seiring dimulainya tahun pendidikan pada jenjang akademi dan perguruan tinggi.
Sementara itu, dari sisi energi, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku 1 Agustus 2026. Beberapa jenis BBM varian Pertamax tercatat mengalami penurunan harga antara Rp300 hingga Rp1.000 per liter.
Meski demikian, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi Jawa Timur secara tahun kalender (y-to-d) hingga Agustus 2026. Komoditas utama yang mendorong inflasi kelompok tersebut adalah bensin.
Dengan perkembangan tersebut, inflasi Jawa Timur pada Agustus 2026 tetap berada pada level 0,34 persen secara bulanan, 1,82 persen sepanjang tahun berjalan, dan 3,32 persen secara tahunan.
Pergerakan harga pangan, emas, pendidikan, serta energi menjadi sejumlah faktor penting yang mewarnai dinamika inflasi Jawa Timur sepanjang Agustus 2026. (za).


