Google search engine
HomeEkbisITS Kembangkan Andal App, Bantu UMKM Kelola Stok Lebih Cerdas dan Efisien

ITS Kembangkan Andal App, Bantu UMKM Kelola Stok Lebih Cerdas dan Efisien

Reporter: ION19

SURABAYA-kanalsembilan.com (5 Desember 2025)

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih mengandalkan intuisi dalam mengelola persediaan barang. Akibatnya, mereka kerap menghadapi masalah kehabisan stok barang laris atau justru menumpuk barang yang jarang terjual.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Andal App, sebuah aplikasi cerdas untuk membantu UMKM mengatur stok secara lebih efisien.

Ketua Tim Abmas, Prof. Mahendrawathi ER ST MSc PhD, menjelaskan bahwa pengelolaan stok berbasis intuisi merupakan persoalan klasik dalam manajemen rantai pasok. “Sering kali UMKM kehabisan barang yang banyak dicari atau menumpuk barang yang tidak laku hingga berisiko kedaluwarsa. Ini membuat modal mereka terhambat,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi sangat krusial karena sebagian besar UMKM memiliki modal yang terbatas. Ketidaktepatan dalam mengelola persediaan membuat perputaran modal tidak optimal dan pelaku usaha kesulitan menentukan prioritas pembelian barang.

Untuk itu, tim Abmas ITS menciptakan Andal App dengan mengadopsi metode klasifikasi ABC—sebuah teknik sederhana namun efektif dalam manajemen persediaan. Melalui metode ini, aplikasi mengelompokkan barang ke dalam tiga kategori:

Kategori A: barang bernilai tinggi dan paling berdampak pada pendapatan, sehingga tidak boleh kehabisan stok.

Kategori B: barang bernilai menengah.

Kategori C: barang bernilai rendah.

Berdasarkan kategori tersebut, Andal App memberikan rekomendasi jadwal pemesanan untuk membantu UMKM menghindari kekurangan atau kelebihan stok.

Meski demikian, Mahe menilai tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan kebiasaan pemilik UMKM dalam mencatat data. Untuk mengakomodasi hal tersebut, tim ITS merancang aplikasi yang fleksibel—pemilik usaha tidak dituntut mencatat setiap transaksi secara real time. “Pemilik warung bisa merangkum transaksi dan mencatatnya sekali di akhir hari. Kami memahami kesibukan mereka,” jelas Guru Besar Departemen Sistem Informasi ITS itu.

Sebagai bagian dari sosialisasi, tim Abmas telah menggelar workshop pengenalan Andal App pada 6 November lalu, yang dihadiri oleh para pemilik UMKM di Surabaya. Pengembangan aplikasi terus berlanjut dan ditargetkan menjadi aplikasi Android bernama SiStock, yang nantinya tersedia di Playstore. Saat ini versi uji coba sedang digunakan oleh 14 pemilik UMKM untuk memberikan masukan terkait fitur dan tampilan.

Inovasi ini menjadi wujud kontribusi ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui Andal App, ITS berharap UMKM dapat meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan perputaran modal, dan meningkatkan omzet.

“Dengan aplikasi ini, pemilik warung dapat menyediakan barang yang tepat dari segi jenis, jumlah, dan waktu. Harapannya, ini dapat menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing UMKM,” pungkas Mahe. (ion-19).

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments