Google search engine
HomeEkbisJava Coffee & Flavors Fest 2026 Resmi Dibuka, BI Jatim Dorong Hilirisasi...

Java Coffee & Flavors Fest 2026 Resmi Dibuka, BI Jatim Dorong Hilirisasi Kopi dan UMKM Go Global

SURABAYA-kanalsembilan.com (18 Juli 2026)

Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur resmi membuka Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (17/7). Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival ini menjadi wadah untuk memperkuat hilirisasi komoditas kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah sekaligus mendorong UMKM Indonesia menembus pasar internasional.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, mengatakan JCFF digagas karena Pulau Jawa memiliki potensi besar sebagai sentra komoditas perkebunan yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa pada triwulan I 2026 mencapai 5,79 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional, sedangkan Jawa Timur mencatat pertumbuhan sebesar 5,96 persen.

“Komoditas-komoditas yang punya keunggulan ekspor itu akan menjadi andalan produk Indonesia ke depan. Mudah-mudahan kita semakin kompetitif dan perekonomian, terutama di Jawa maupun Indonesia, akan semakin terangkat melalui festival ini maupun berbagai upaya pengembangan komoditas unggulan,” ujarnya.

Ia menjelaskan Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia dengan produksi sekitar 780 ribu ton per tahun. Di Pulau Jawa sendiri, Jawa Timur menjadi produsen kopi terbesar dengan produksi sekitar 53 ribu ton per tahun, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah yang masing-masing menghasilkan sekitar 25 ribu ton. Selain kopi, Pulau Jawa juga menghasilkan sekitar 789 ribu ton komoditas rempah setiap tahunnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas unggulan, JCFF 2026 menghadirkan sekitar 50 UMKM binaan Bank Indonesia dan mitra strategis, yang sebagian besar telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara, mulai dari Malaysia, Jerman hingga sejumlah negara di kawasan Eropa.

Menurut Rifki, Bank Indonesia tidak hanya memberikan pendampingan dari sisi promosi, tetapi juga melakukan pembinaan secara menyeluruh mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pembibitan, proses produksi, pengemasan (packaging), fasilitasi pembiayaan, hingga membuka akses pasar internasional melalui kerja sama dengan kementerian serta berbagai mitra luar negeri. “Khusus di Jawa Timur, kami membina 376 UMKM. Fokusnya adalah UMKM yang mendukung ketahanan pangan sekaligus UMKM yang memiliki potensi go export,” katanya.

Ia menambahkan, selama tiga hari penyelenggaraan JCFF 2026, Bank Indonesia juga menggelar agenda business matching, business coaching, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara. Bahkan, sejumlah calon pembeli dari Nigeria dan China telah menyatakan minat untuk menjalin kerja sama dengan pelaku usaha kopi Indonesia. “Negosiasi terus berlangsung. Ada calon pembeli dari Nigeria, China, dan beberapa negara lain yang datang karena melihat produk kopi Indonesia sangat prospektif dan memiliki kualitas yang baik,” ungkapnya.

Selain memperluas akses pasar, Bank Indonesia juga mendorong transformasi digital melalui penerapan transaksi cashless menggunakan QRIS selama penyelenggaraan festival. Seluruh transaksi pembelian produk maupun sajian kopi dilakukan secara non-tunai sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembayaran digital nasional.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus mengembangkan skema Local Currency Transaction (LCT) untuk mendukung perdagangan internasional. “Bank Indonesia mengembangkan Local Currency Transaction, yaitu transaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara. Cara ini dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar sekaligus mempermudah transaksi perdagangan internasional,” jelasnya.

Saat ini, implementasi LCT telah berjalan dengan sejumlah negara, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Uni Emirat Arab, China, Jepang, dan Korea Selatan. Dalam waktu dekat, kerja sama tersebut juga akan diperluas ke India dan Arab Saudi.

Berkaca pada penyelenggaraan tahun lalu yang berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp107 miliar, Rifki optimistis capaian JCFF 2026 akan melampaui rekor tersebut seiring semakin banyaknya agenda bisnis dan kolaborasi yang dihadirkan.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang terus menjadikan Surabaya sebagai tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus membuka peluang investasi bagi pelaku UMKM.

Tahun ini, JCFF digelar di Balai Pemuda Surabaya dengan menghadirkan sekitar 40 booth peserta. Eri meyakini lokasi baru tersebut akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat, terutama pada akhir pekan, mengingat budaya minum kopi di Surabaya terus berkembang. “Harapan kami kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun sehingga UMKM kopi dapat naik kelas, memiliki pasar yang lebih luas, dan semakin banyak investor yang tertarik berinvestasi di Surabaya maupun Jawa Timur,” pungkasnya.

Selain pameran produk unggulan, Java Coffee & Flavors Fest 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi, edukasi, talkshow, cupping, lomba inovasi kopi, latte art competition, hingga pertunjukan seni dan hiburan yang berlangsung selama 17–19 Juli 2026 di Balai Pemuda Surabaya.(za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments