SURABAYA-kanalsembilan.com (1 Juli 2025)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memperkuat upaya keselamatan perjalanan kereta api dengan menutup sejumlah perlintasan sebidang tidak resmi (perlintasan liar) selama semester I tahun 2025.
Terbaru, pada Sabtu (28/6), KAI Daop 8 menutup dua titik perlintasan liar di KM 88+8/9 dan 89+5/6 pada jalur antara Stasiun Pogajih – Kesamben, tepatnya di Dusun Ngresap, Kelurahan Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
“Perlintasan liar ini dibuka secara mandiri oleh masyarakat tanpa izin resmi dan tidak dilengkapi fasilitas keselamatan seperti palang pintu, sinyal, atau petugas jaga. Ini sangat berisiko bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.
Menurut Luqman, penutupan ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Hingga pertengahan 2025, total 19 titik perlintasan liar telah ditutup di berbagai wilayah kerja Daop 8.
Penutupan dilakukan dengan metode pengurugan jalur, pemasangan pagar pengaman, dan penjagaan sementara untuk menjamin keamanan. Selain itu, KAI juga aktif menggelar edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat sekitar jalur rel.
Beberapa langkah preventif yang dilakukan antara lain:
Sosialisasi langsung di kawasan padat penduduk dan dekat perlintasan
Kampanye keselamatan “Rail Safety Campaign” di sekolah dan komunitas
Koordinasi dengan pemda dan Dinas Perhubungan terkait penertiban perlintasan
Pemasangan rambu-rambu dan pengecatan marka jalan
Patroli rutin oleh petugas Penjaga Jalan Lintas (PJL) dan tim keamanan
Selama Januari–Juni 2025, KAI Daop 8 telah melaksanakan lebih dari 280 upaya preventif demi menciptakan jalur yang aman dan nyaman.
Langkah ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 94 Tahun 2018 tentang penanganan perlintasan sebidang yang mengatur bahwa seluruh perlintasan sebidang harus memenuhi standar keselamatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melintasi rel secara sembarangan dan selalu menggunakan perlintasan resmi. Kolaborasi antara masyarakat dan KAI sangat penting agar keselamatan bersama bisa terwujud,” tutup Luqman. (za).


