OneDayOneSirah
📘 Edisi 368 dari 732
🌟 Fathu Makkah: Kemenangan Tanpa Tetesan Dendam
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Pemilik kemenangan yang hakiki, yang menundukkan hati manusia bukan dengan senjata, tapi dengan cahaya hidayah. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah ﷺ—pemimpin yang memasuki kota kelahirannya bukan sebagai diktator penakluk, melainkan sebagai utusan kasih sayang.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
🕋 Fathu Makkah: Hari Ampunan Agung 🕋
Pada bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, setelah Perjanjian Hudaibiyah dilanggar oleh sekutu Quraisy, Rasulullah ﷺ memutuskan untuk bergerak. Tanpa deklarasi perang besar-besaran, beliau mempersiapkan 10.000 pasukan menuju Makkah secara rahasia dan tertib. (Ar-Raheeq al-Makhtum, hal. 445)
Pasukan bergerak dari Madinah dan tiba di Marr az-Zhahran. Malam itu, 10.000 api unggun menyala. Kaum Quraisy gemetar melihat cahaya di kejauhan. Abu Sufyan—yang penasaran—akhirnya tertangkap dan dibawa ke hadapan Nabi ﷺ. Setelah berdialog dan menyaksikan barisan pasukan Muslimin, hatinya luluh. Ia masuk Islam, dan diberi kehormatan oleh Nabi ﷺ untuk menyampaikan pengumuman ke kota Makkah:
“Siapa yang masuk rumah Abu Sufyan, aman. Siapa yang menutup pintunya, aman. Dan siapa yang masuk Masjidil Haram, juga aman.”
(Sirah al-Mubarakfury, hal. 446)
📍 Strategi Masuk Kota
Rasulullah ﷺ membagi pasukan menjadi empat kelompok:
1. Sayap kanan: Khalid bin al-Walid, masuk dari bagian bawah Makkah (jurusan Kadā’).
2. Sayap kiri: Zubair bin al-Awwam, masuk dari arah barat (jurusan Hajūn).
3. Pasukan tengah: Abu Ubaidah bin al-Jarrah, masuk dari tengah.
4. Rasulullah ﷺ sendiri bersama kaum Muhajirin dan Anshar, masuk dari dataran tinggi Kida.
Satu-satunya perlawanan datang dari Ikrimah bin Abi Jahl dan pasukan kecil Quraisy. Mereka bentrok dengan pasukan Khalid bin Walid. Dua sahabat gugur, dan sekitar 12 musuh tewas. Selebihnya, kota itu jatuh ke tangan kaum Muslimin tanpa pertumpahan darah berarti. (Fiqh as-Sirah, al-Buthi)
📍 Hari Ini Bukan Hari Dendam!
Ketika Sa’ad bin Ubadah mengibarkan panji Anshar dan berseru:
“Al-yawmu yawmu al-malhamah _(Hari ini adalah hari pembalasan)!”_
Nabi ﷺ segera menegur dan mengganti panji itu dengan tangan putranya, Qais bin Sa’ad, sambil berkata:
“Al-yawmu yawmu al-marhamah (Hari ini adalah hari kasih sayang).”
(Sirah Ibnu Hisyam)
📍 Rasulullah Masuk Makkah dalam Keadaan Tunduk
Saat memasuki kota kelahirannya, Rasulullah ﷺ menundukkan kepalanya hingga menyentuh pelana unta, sambil membaca:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا
“Sungguh Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. al-Fath: 1)
Beliau masuk bukan untuk menghancurkan, melainkan membersihkan Ka’bah dari berhala dan menghidupkan kembali agama Ibrahim AS.
📍 Ampunan yang Melampaui Dendam
Di depan Ka’bah, Rasulullah ﷺ mengumpulkan para pembesar Quraisy yang dulu memusuhi dan menyiksanya. Lalu beliau berkata:
“Wahai kaum Quraisy, menurut kalian, apa yang akan aku lakukan terhadap kalian?”
Mereka menjawab: “Engkau saudara yang mulia, anak dari saudara yang mulia.”
Lalu beliau ﷺ berkata:
_“Idzhabū fa antumuth-thulaqā.”
“Pergilah kalian, kalian semua bebas.”_
(HR. Ibnu Ishaq dan at-Thabari dalam Sirah)
Inilah puncak keagungan akhlak Nabi ﷺ. Tidak ada pembalasan, hanya pemaafan dan harapan agar mereka kembali ke jalan Allah.
📖 InsyaaAllah, edisi berikutnya akan mengisahkan pembersihan Ka’bah dari berhala dan baiat umat Makkah.
وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ
Wa-Allāhu yaqūlu al-ḥaqqa wa huwa yahdī as-sabīl
Dan Allah mengatakan yang benar, dan Dia menunjukkan jalan (yang lurus).
📢 Sukseskan Gerakan:
1. Hadir takbiratul ihram bersama imam.
2. Rebut shaf pertama dalam shalat berjamaah.
📲 Gabung Grup Sirah Nabawiyah:
* WhatsApp: bit.ly/Siroh9
* Telegram: t.me/BaitulIzzah_SirahNabawiyah
✍️ Disusun oleh:
Mangesti Waluyo Sedjati
Ketua KBIHU Baitul Izzah
💬 Jika kisah ini menyentuh hati, sebarkanlah. Jadikan bagian dari dakwah dan cahaya Sirah Nabawiyah di hati umat.
(gwa-siroh-nabawi).


