HADITS NO. 1491
▶️ Bab 250: Keutamaan Doa
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yth. Bapak/Ibu [[fullname]] yang di Rahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
1491. Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Nabi ﷺ bersabda:”
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: “تَمَسَّكُوا بِدُعَاءِ: يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.”
Terjemahan:
“Tetaplah berdoa dengan mengucapkan: ‘Yā Dzal Jalāli wal Ikrām’ (Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan).”
📌 Referensi Hadits:
• Sunan Tirmidzi No. 448 (Kitab: Doa; Bab: Lain-lain)
• An-Nasai meriwayatkannya melalui jalur Rabi’ah bin Amir
• Al-Hakim menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih
Penjelasan Kosakata Penting
1. يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (Yā Dzal Jalāli wal Ikrām)
• ذَا (Dza) = Pemilik
• الْجَلَالِ (Al-Jalāl) = Kebesaran, keagungan, kemuliaan
• وَالْإِكْرَامِ (Wal-Ikrām) = Kemuliaan, kemurahan, kebaikan yang luas
👉 Makna keseluruhan: “Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.”
Munasabah (Keterkaitan Hadits dengan Konteks Islam)
Hadits ini berkaitan dengan adab dan keutamaan dalam berdoa. Dalam Islam, salah satu cara terbaik dalam berdoa adalah dengan menyebut Asmaul Husna (Nama-Nama Allah yang indah).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا
“Dan hanya milik Allah Asmaul Husna, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu.” (QS. Al-A’raf: 180)
Hadits ini mengajarkan bahwa “Yā Dzal Jalāli wal Ikrām” adalah salah satu dzikir yang sangat dianjurkan dalam berdoa, karena mengandung pujian terhadap Allah dengan menyebut kebesaran dan kemuliaan-Nya.
Tafsir dan Makna Mendalam
1. Asmaul Husna yang Paling Agung
• Beberapa ulama, seperti Imam Al-Qurtubi dan Ibnu Taimiyyah, berpendapat bahwa “Yā Dzal Jalāli wal Ikrām” termasuk dalam nama-nama Allah yang paling agung (Ismullah Al-A’zham).
• Hal ini didasarkan pada hadits lain:
النَّبِيُّ ﷺ كَانَ إِذَا سَأَلَ اللهَ سَأَلَهُ بِـ “يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ”
“Nabi ﷺ ketika berdoa kepada Allah, beliau selalu memohon dengan (mengucapkan) ‘Yā Dzal Jalāli wal Ikrām’.” (HR. Tirmidzi, No. 3522)
2. Mengandung Makna Tawassul
• Dalam doa, dianjurkan untuk bertawassul (berperantara) dengan Asmaul Husna, dan salah satu yang sangat utama adalah “Yā Dzal Jalāli wal Ikrām”.
• Tawassul dengan nama ini menunjukkan pengakuan seorang hamba akan keagungan Allah serta ketergantungan total kepada-Nya.
3. Kaitan dengan Doa Mustajab
• Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“الْزَمُوا يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ”
“Biasakanlah (memperbanyak) membaca ‘Yā Dzal Jalāli wal Ikrām’.” (HR. Tirmidzi, No. 3524)
• Hadits ini menunjukkan bahwa barang siapa yang sering membaca doa ini, maka doanya lebih mudah dikabulkan oleh Allah.
Hikmah Hadits dan Relevansinya di Zaman Sekarang
Hadits ini memiliki banyak hikmah yang bisa diterapkan dalam kehidupan modern:
1. Kekuatan dalam Berdoa
• Banyak orang merasa doanya tidak dikabulkan, padahal salah satu penyebabnya adalah kurangnya adab dalam berdoa.
• Dengan membaca “Yā Dzal Jalāli wal Ikrām”, kita sedang memuji Allah dengan cara yang paling dicintai-Nya, sehingga doa kita lebih mustajab.
2. Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
• Dalam kehidupan yang penuh kesibukan dan masalah, mengingat Allah dengan doa yang mudah dan penuh makna ini dapat menjadi sarana ketenangan hati.
• Dzikir ini bisa diamalkan setiap saat, terutama dalam kondisi sulit dan membutuhkan pertolongan Allah.
3. Keutamaan dalam Shalat dan Dzikir Harian
• Dalam banyak riwayat, para sahabat dan tabi’in sering mengamalkan doa ini dalam shalat dan dzikir harian mereka.
• Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini sangat baik dibaca setelah shalat dan saat berdoa setelah dzikir pagi & petang.
Kesimpulan
1. Hadits ini adalah shahih, diriwayatkan oleh Tirmidzi, An-Nasai, dan dinyatakan shahih oleh Al-Hakim.
2. Doa “Yā Dzal Jalāli wal Ikrām” adalah salah satu doa yang sangat dianjurkan, karena memuji Allah dengan kebesaran dan kemuliaan-Nya.
3. Doa ini memiliki kekuatan khusus dalam memudahkan terkabulnya doa, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam berbagai hadits lainnya.
4. Dalam kehidupan modern, doa ini bisa menjadi pegangan utama bagi setiap Muslim, baik dalam kondisi sulit maupun sebagai bentuk dzikir dan penghambaan kepada Allah.
5. Sangat dianjurkan untuk mengamalkan doa ini setelah shalat, dalam dzikir harian, atau dalam doa pribadi kita kepada Allah.
Rekomendasi Pengamalan
✅ Bacaan setelah shalat → Setelah salam, sebelum doa pribadi.
✅ Dzikir pagi dan petang → Bersama dzikir lainnya seperti istighfar dan shalawat.
✅ Saat berdoa dalam kondisi sulit → Misalnya ketika sakit, mengalami kesulitan finansial, atau menghadapi ujian berat dalam hidup.
✅ Dalam sujud shalat dan doa setelah shalat malam → Karena doa dalam sujud memiliki keutamaan besar.
💡 Mari biasakan membaca “Yā Dzal Jalāli wal Ikrām” sebagai bagian dari doa harian kita! Semoga Allah mengabulkan setiap doa yang kita panjatkan. Aamiin.
وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقْ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيْلَ
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
📝✍️ Dinukil oleh:
Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo)
📚 Referensi:
RIYADHUS SHALIHIN, Penulis, Imam An-Nawawi. Syarah: Salim bin ‘Ied Al-Halali Abu Usamah ; Penerjemah, M. Abdul Ghoffar E.M., Editor Bahasa: Geis Abad ; Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cetakan Kesebelas, 2018
•┈•┈•┈•┈•┈•┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•┈•┈•┈•┈•┈•
🕌 KBIHU & MAJELIS ILMU “BAITUL IZZAH” SIDOARJO
“Mentradisikan hidup berdasarkan Al Qur’an dan As-Sunnah”
📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
Klik untuk baca: https://www.facebook.com/share/162gEFAWKU/?


