Google search engine
HomeSejarahKH Muhammad Faqih Maskumambang Menolak Wahabi

KH Muhammad Faqih Maskumambang Menolak Wahabi

KH Muhammad Faqih Maskumambang 1868-1964.

Ulama besar dari Pesantren Maskumambang, Gresik. Guru dari banyak kiai NU.

Muridnya: KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dll.

Kitabnya “Al-I’tiqad” atau sering disebut “Risalah Ahlussunnah wal Jamaah” ditulis sekitar tahun 1922.

Isinya menolak keras pemikiran Wahabi yang waktu itu mulai masuk ke Nusantara lewat jamaah haji dan buku-buku dari Timur Tengah.

Kitab ini dikirim ke Kairo/Mesir untuk diuji oleh ulama Al-Azhar.

Karena isinya berani mengkritisi gerakan pembaharuan yg saat itu didukung sebagian ulama di sana.

Tapi Al-Azhar justru mengakui dan mengesahkan isinya.

Ini jadi bukti bahwa argumen Aswaja Nusantara diterima dunia.

NU lahir 31 Januari 1926. Kitab beliau 1922. Jadi 4 tahun sebelumnya beliau sudah “pasang badan” menjaga aqidah Aswaja dari pengaruh yg bertentangan.

Makanya KH Hasyim Asy’ari dan para pendiri NU menjadikan pemikiran beliau sebagai salah satu rujukan utama NU.

Ini isi pokok-pokok kitab “Risalah Ahlussunnah wal Jamaah” / “Al-I’tiqad” karya KH Muhammad Faqih Maskumambang yg bikin geger itu:

1. Tentang Tauhid & Sifat Allah

Beliau menolak keras pemahaman yg “menjisimkan” Allah.

Mengkukuhkan aqidah Asy’ariyah-Maturidiyah yaitu Allah tidak bertempat, tidak berarah, tidak serupa makhluk.

“Wujuduhu laisa ka wujudil hawadits” yakni Wujud Allah tidak seperti wujud makhluk

2. Tentang Bid’ah Hasanah

Menjelaskan bid’ah dibagi 2: Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi’ah

Contoh bid’ah hasanah: Tahlilan, Maulid, Yasinan, peringatan 7 hari-40 hari.

Selama isinya dzikir, doa, baca Qur’an → hukumnya boleh bahkan dianjurkan.

3. Tentang Tabarruk & Tawassul

Membolehkan bertabarruk dg peninggalan orang sholih dan bertawassul dg Nabi, wali.

Dengan keyakinan: yang memberi manfaat hanya Allah. Tapi wasilah itu diperbolehkan.

4. Tentang Ziarah Kubur

Menganjurkan ziarah kubur untuk mendoakan mayit dan mengingat kematian.

Menolak tuduhan “syirik” selama tujuannya mendoakan bukan menyembah kubur.

5. Tentang Mengikuti Mazhab 4

Wajib bermazhab pada 4 mazhab: Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali.

Menolak gerakan “kembali ke Qur’an-Hadits” tapi meninggalkan ulama dan mazhab, karena itu bisa bikin orang awam salah faham.

Terutama yang lagi semangat hijrah tapi tersesat seperti Salafi-Wahabi

Inti Kitabnya

“Menjaga Islam Nusantara tetap di rel Aswaja”

Di tahun 1922 pemikiran yg menolak tahlil, maulid, ziarah kubur seperti paham Salafi Wahabi mulai masuk ke Jawa.

Beliau yg paling awal nulis bantahan ilmiah dan dikirim ke Al-Azhar. Hasilnya disahkan ulama Kairo.

Itu yang jadi “modal” KH Hasyim Asy’ari 4 tahun kemudian mendirikan NU tahun 1926.

Semoga Allah SWT menyelamatkan keluarga kita dari fitnah Salafi-Wahabi.

(gwa-dewan-da’wah-jatim).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments