Google search engine
HomeUncategorizedMenangis Karena Takut Kepada Allah

Menangis Karena Takut Kepada Allah

Bismillah.

Menangis bukanlah berarti cengeng jika tangisan ini, timbul karena takut kepada Allah, bergetar hatinya karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan, oleh karena itu inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa.
Allah berfirman,

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِینَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِیَتۡ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِیمَـٰنࣰا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ یَتَوَكَّلُونَ.

“Sesungguhnya orang orang yang beriman ialah mereka yang bila di sebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila di bacakan ayat ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”
[QS. Al-Anfal : 2]

Allah menerangkan dalam ayat lain tentang orang yang berilmu yang selalu takut kepada-Nya.
Allah berfirman,

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ سُجَّداً * وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولاً * وَيَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعاً.

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang orang yang di beri pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran di bacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti di penuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”
[QS. Al-Isra’ : 107-109]

Diantara tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat ialah mereka yang menangis karena takut kepada Allah.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah dalam naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:

1. pemimpin yang adil,

2. pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah),

3. seseorang yang hatinya senantiasa bergantung pada masjid masjid (sangat mencintainya dan selalu melakukan shalat jamaah di dalamnya),

4. dua orang yang saling mengasihi karena Allah (keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah),

5. seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang punya kedudukan lagi cantik, tetapi dia mengatakan, “Aku takut kepada Allah!”,

6. seseorang yang bersedeqah dengan merahasiakannya sehingga tangan kanannya tidak tahu apa yang di berikan oleh tangan kirinya,

7. dan seseorang yang ingat kepada Allah diwaktu sunyi, sehingga meleleh air mata dari kedua matanya”.
[HR. Bukhari, Muslim]

Menangis dalam ibadah merupakan wujud rasa takut seorang hamba kepada Allah. Mereka akan di jaga oleh Allah dari tersentuh api neraka.
Sebagaimana diriwayakan dari Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ الله، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ الله

“Ada dua mata yang tidak di sentuh oleh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang bermalam berjaga di jalan Allah”.
(HR. Tirmidzi)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan jaminan keselamatan dari neraka bagi mereka yang menangis karena rasa takutnya kepada Allah.
Beliau bersabda,

لا َيَلِجُ النَّارَ رَجْلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّه حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ في الضَّرْع ، وَلا يَجْتَمعُ غُبَارٌ في سَبِيلِ اللَّه ودُخانُ جَهَنَّمَ ” .

“Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga air susu kembali ke teteknya. Dan tidak akan berkumpul debu fii sabiilillah dengan asap neraka jahannam”.
(HR. Tirmidzi, An-Nasai)

Sahabat Abdullah bin Amru bin Al-Ash رضي الله عته memberikan nasihat yang indah agar seseorang menangis karena Allah. Beliau berkata :

أبكوا فإن لم تبكوا فتباكوا فوالذي نفسي بيده لو يعلم العلم أحدكم لصرخ حتى ينقطع صوته وصلى حتى ينكسر صلبه

“Menangislah, Jika tidak bisa, maka usahakan untuk menangis. Demi Allah, jika salah seorang dari kalian benar benar mengerti, pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya hingga hilang suaranya dan akan shalat sampai patah tulang punggungnya.”

Demikian pula sahabat Abu Musa رضي الله عنه, beliau berkata:

يا أيها الناس ابكوا فإن لم تبكوا فتباكوا فإن أهل النار يبكون الدموع حتى تنقطع ثم يبكون الدماء حتى لو أرسلت فيها السفن لجرت

“Wahai manusia, Menangislah. Jika tidak bisa, maka berusahalah untuk menangis. Sungguh penghuni neraka nanti akan menangis menghabiskan air mata, dan mereka pun menangis darah, hingga seandainya perahu di lepas, pasti akan berlayar diatas genangannya.”
Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat..
Salam silaturrahmi…

(gwa-uzc).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments