SURABAYA-kanasembilan.com (20 Oktober 2025)
Semangat kebanggaan dan haru memenuhi Graha Hasta Brata Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UAB) ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Abdul Mu’ti, hadir langsung dalam Upacara Wisuda Program Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025.
Dalam orasi ilmiahnya yang menggugah, Mendikdasmen mengajak ribuan wisudawan untuk menjadi cendekiawan sejati yang pinter, bener, dan pener — tiga nilai yang menurutnya harus melekat pada insan berilmu agar mampu memberi manfaat nyata bagi bangsa.
“Para sarjana harus bisa menjadi cendekiawan sejati — orang yang pinter, bener, dan pener. Pinter itu artinya berilmu, bener berarti selalu berpihak pada kebenaran, dan pener bermakna bijak dalam setiap langkah dan perbuatan,” tegasnya disambut tepuk tangan ribuan hadirin.
Wisuda Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tahun ini diselenggarakan selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Graha Hasta Brata Kampus Dukuh Menanggal.
Sebanyak 1.381 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dari empat fakultas, yaitu:
• Fakultas Teknik dan Sains,
• Fakultas Ilmu Kesehatan,
• Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta
• Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Pada hari pertama, sebanyak 672 wisudawan mengikuti prosesi wisuda, sementara 709 wisudawan lainnya diwisuda pada hari kedua.
Dengan mengusung tema besar “Melaju Bersama Adi Buana, Mewujudkan Generasi Berprestasi”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum kebangkitan kampus Adi Buana dalam mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berkarakter kebangsaan.
Sejak tiba di kampus pada pukul 08.30 WIB, Mendikdasmen disambut hangat oleh Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si, bersama Senat Akademik dan Badan Penyelenggara UAB melalui prosesi kehormatan penuh nuansa akademik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon kehormatan di lingkungan kampus sebagai simbol komitmen bersama terhadap green campus dan pendidikan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menanam pohon kluweh, tanaman langka yang sarat makna kebijaksanaan dan pelestarian alam.
“Saya baru pertama kali menemukan tradisi seperti ini. Terima kasih atas ide cerdas Universitas Adi Buana,” ujarnya.
Mendidik itu seperti menanam pohon — kita tanam, kita siram, dan mungkin kita sendiri tidak menikmatinya. Tapi generasi berikutnya akan merasakan hasilnya.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan filosofi pendidikan sejati: investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Education is about investment for the future. Mendidik anak adalah investasi untuk Indonesia masa depan,” tuturnya.
Dalam orasinya, Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa gelar akademik bukan tujuan akhir, melainkan tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu secara nyata.
“Yang berilmu itu harus berbeda — bukan sekadar tahu, tapi juga mengamalkan.
Ilmu yang diamalkan dan amal yang ilmiah, itulah hakikat mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Ia menutup pidatonya dengan pesan inspiratif kepada seluruh wisudawan agar terus belajar dan berkontribusi di manapun berada.
“Hari ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjalanan panjang untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara.”
Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Mendikdasmen di tengah keluarga besar Adi Buana.
“Kehadiran beliau menjadi inspirasi dan motivasi luar biasa bagi seluruh sivitas akademika UAB untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan memperkuat kontribusi nyata dalam dunia pendidikan Indonesia,” ungkapnya.
Wisuda tahun ini menegaskan peran Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sebagai kampus pencetak generasi berprestasi — unggul secara akademik, berkarakter kebangsaan, dan memiliki kesadaran lingkungan.
Kunjungan Mendikdasmen menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kontribusi nyata UAB sebagai motor penggerak transformasi pendidikan nasional, menuju Indonesia yang lebih cerdas, tangguh, dan berkarakter.
Adi Buana sendiri merupakan Pelopor Pendidikan Berkarakter dan Inovatif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. (made).


