Google search engine
HomeTausiyahMenutup Pintu dan Zikir Sebelum Malam

Menutup Pintu dan Zikir Sebelum Malam

SEHARI SATU HADITS ﷺ
Edisi: Menutup Pintu dan Zikir Sebelum Malam

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat yang dirahmati Allah,
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal kecil yang sering kita abaikan namun ternyata mengandung nilai besar dalam ajaran Islam. Salah satunya adalah menutup pintu rumah dan menyebut nama Allah saat malam menjelang.

Islam bukan hanya mengatur hal-hal besar seperti shalat dan zakat, tetapi juga membimbing kita dalam adab-adab rumah tangga yang sederhana namun penuh perlindungan. Dalam hadits kali ini, Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan praktis yang sangat relevan: melindungi anak-anak saat awal malam, dan menjadikan “Bismillah” sebagai pelindung spiritual rumah.

Di tengah zaman modern yang penuh dengan kecanggihan teknologi dan gangguan lahir maupun batin, kita diingatkan bahwa dzikir tetaplah benteng utama yang tak bisa ditembus oleh syaitan. Mari hidupkan kembali adab-adab Rasulullah ﷺ ini dalam kehidupan kita, dimulai dari hal kecil: menutup pintu dan berzikir ketika malam tiba.

Berikut hadits selengkapnya—beserta penjelasan dari para ulama besar, pelajaran yang dapat dipetik, dan bagaimana relevansinya dalam kehidupan kita hari ini.

عن جابر بن عبد الله، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
“إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ – أَوْ أَمْسَيْتُمْ – فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَتْ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا.”

Terjemahan:
Dari Jabir bin ‘Abdillah RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika malam mulai gelap—atau ketika kalian masuk waktu sore—tahanlah anak-anak kalian (jangan biarkan keluar rumah), karena saat itu syaitan sedang menyebar. Maka, apabila telah berlalu satu saat dari malam, barulah bebaskan mereka. Dan tutuplah pintu-pintu rumah kalian, serta sebutlah nama Allah (Bismillah), karena sesungguhnya syaitan tidak dapat membuka pintu yang ditutup dengan menyebut nama Allah.”
(HR. Bukhari no. 5623; Muslim no. 2012. Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah RA)

1. Penjelasan Hadits

a. Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi
• Imam Nawawi menjelaskan bahwa saat malam mulai gelap (juhn al-lail), syaitan keluar dan menyebar, sehingga anak-anak harus ditahan di rumah karena mereka lebih rentan terhadap gangguan syaitan.
• Kata “فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ” berarti larangan membiarkan mereka bebas keluar pada waktu tersebut.
• Penutupan pintu sambil menyebut “Bismillah” merupakan bentuk isti’adzah (memohon perlindungan kepada Allah) yang menghalangi syaitan secara ghaib.
(Syarh Muslim, 13/185)

b. Fath al-Bari – Ibn Hajar al-‘Asqalani
• Menurut Ibn Hajar, hadits ini adalah bagian dari bimbingan adab harian yang bersifat pencegahan spiritual, bukan hanya sekadar fisik.
• Syaitan disebut menyebar pada waktu gelap karena waktu tersebut memang menjadi momentum aktivitas makhluk ghaib, sebagaimana dijelaskan dalam banyak riwayat.
• Ibn Hajar juga menyatakan bahwa syaitan terhalang oleh kekuatan kalimat “Bismillah” karena ia tak mampu menembus tempat yang diingatkan nama Allah.
(Fath al-Bari, 10/88)

2. Pelajaran-Pelajaran dari Hadits Ini
1. Waktu maghrib hingga awal malam adalah waktu syaitan menyebar. Maka, harus ekstra waspada terhadap anggota keluarga, khususnya anak-anak.
2. Zikir “Bismillah” saat menutup pintu rumah adalah tameng spiritual yang terbukti secara nash mampu mencegah masuknya syaitan.
3. Perlindungan dari syaitan memerlukan kombinasi usaha lahir (menutup pintu) dan usaha batin (berzikir kepada Allah).
4. Menjaga anak-anak adalah kewajiban orang tua, termasuk dari bahaya ghaib.
5. Islam mengajarkan agar setiap aktivitas harian—sekecil menutup pintu—selalu dikaitkan dengan kesadaran kepada Allah.
6. Adab Nabi ﷺ ini berlaku setiap hari, bukan hanya dalam situasi darurat atau musibah.

3. Relevansi dalam Kehidupan Modern
• Kehidupan modern penuh gangguan lahir dan batin, dari kejahatan manusia hingga gangguan makhluk ghaib. Hadits ini menegaskan bahwa perlindungan spiritual adalah bagian dari manajemen rumah tangga yang Islami.
• Anak-anak zaman sekarang sangat aktif di luar rumah dan terpapar berbagai risiko, terutama setelah maghrib. Hadits ini mengajarkan perlunya disiplin waktu dan kontrol lingkungan.
• Banyak rumah dilengkapi dengan sistem keamanan canggih, tapi lupa pada penjagaan ruhani. Islam mengajarkan bahwa “Bismillah” lebih kuat daripada kunci digital tanpa zikir.
• Hadits ini juga menghidupkan kebiasaan dzikir dalam aktivitas kecil, seperti membuka dan menutup pintu, yang akan membentuk keluarga yang berbasis tauhid dan penuh keberkahan.

Penutup

Hadits ini adalah warisan Rasulullah ﷺ yang sangat praktis namun bernilai tinggi. Ia mengajarkan kepada kita bahwa rumah yang aman bukan hanya rumah yang dikunci, tetapi juga rumah yang dijaga dengan nama Allah. Dalam dunia modern yang bising dan penuh fitnah, hadits ini adalah panduan hening yang menyelamatkan.

وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Wallahu A‘lam bish-Shawab

Sukseskan Gerakan:
1. Hadir tepat waktu dan takbiratul ihram bersama imam.
2. Rebutlah shaf pertama dalam setiap shalat berjamaah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Disusun oleh:
Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo, Hp/WA: 0811 254 005)

Ingin dapat kiriman rutin “Sehari Satu Hadits”? Bergabung di grup resmi kami:
WhatsApp: bit.ly/3oJu311
Telegram: bit.ly/3BVMR20

Jika dirasa bermanfaat, silakan Bapak/Ibu H. Muhammad Zainuddin bagikan materi ini ke grup-grup dan jejaring strategis. Semoga menjadi amal jariyah ilmu yang tak terputus hingga yaumil qiyamah.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments