Ayat 22 :
فَدَعَا رَبَّهٗۤ اَنَّ هٰۤؤُلَاۤءِ قَوۡمٌ مُّجۡرِمُوۡنَ
Fada’aa rabbahuuu anna haaa’ulaaa’i qawmum mujrimuun
Kemudian dia (Musa)
berdoa kepada Tuhannya,
“Sungguh, mereka ini
adalah kaum yg berdosa
(segerakanlah azab
kepada mereka).”
TAFSIR :
Karena telah nyata kekafiran dan keengganan mereka untuk beriman kepada Allah dan kepada Nabi Musa, lalu dia berdoa kepada Tuhannya, “Sesungguhnya, mereka ini, yakni Fir‘aun dan kaumnya, adalah kaum yang berdosa dan pendurhaka kepada Tuhannya.
Oleh sebab itu, segerakanlah azab kepada mereka.”
Ayat 23 :
فَاَسۡرِ بِعِبَادِىۡ لَيۡلًا اِنَّكُمۡ مُّتَّبَعُوۡنَۙ
Fa asri bi’ibaadii lailan innakum muttaba’uun
(Allah berfirman),
“Karena itu berjalanlah
dengan hamba-hamba-Ku
pada malam hari,
sesungguhnya kamu
akan dikejar,
TAFSIR :
Allah menyambut permohonan Nabi Musa dengan berfirman kepadanya, “Karena itu berjalanlah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu, wahai Musa dan pengikut-pengikutmu, akan di ikuti, yakni di kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya,
Allah memerintahkan Musa supaya pergi meninggalkan Mesir pada malam hari dan membawa serta Bani Israil dan orang-orang yang beriman kepadanya dari penduduk asli Mesir, tanpa sepengetahun Fir’aun.
Ia diberitahu oleh Allah bahwa Fir’aun dan kaumnya akan mengejarnya, tetapi ia tidak akan tersusul oleh mereka.
Allah berfirman:
Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukulah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).” (thaha/20: 77).
(cak-er).


