JAKARTA-kanalsembilan.com (28 September 2026)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda tidak hanya memahami keuangan syariah, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate” di Aula Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, ISFO menjadi salah satu sarana edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah.
“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dicky.
Hampir 12 Ribu Peserta
ISFO 2026 diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Indikator
ISFO 2026
Kenaikan
Peserta
11.952 orang
±12%
Tim
4.030 tim
±15%
Menurut Dicky, peningkatan jumlah peserta dan tim menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda untuk mempelajari keuangan syariah sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
Namun, ia menegaskan bahwa capaian utama ISFO bukan sekadar menentukan pemenang kompetisi. Lebih dari itu, OJK ingin membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara tepat dan aman.
Dicky menyebut karakter tersebut sebagai generasi CAKAP, BIJAK, PRODUKTIF, dan TERLINDUNGI.
CAKAP berarti memahami keuangan. BIJAK berarti mampu memilih produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan serta kemampuan. PRODUKTIF berarti mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara TERLINDUNGI berarti memahami hak dan risiko sebagai konsumen, mampu bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, serta mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.
Generasi Muda Dinilai Jadi Modal Besar Ekonomi Syariah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia memiliki modal sosial yang besar berupa generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, dan memiliki idealisme.
“Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak semata-mata berkaitan dengan akumulasi kekayaan, tetapi juga bagaimana manfaat ekonomi dapat didistribusikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, salah satu tantangan yang perlu diperkuat adalah memperluas inklusi ekonomi syariah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Abdul Mu’ti juga mendorong generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, mengelola keuangan secara bijak, membangun usaha produktif, dan menciptakan nilai tambah bagi bangsa.
Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu diikuti dengan penguatan akses pembiayaan dan penyediaan wadah ekonomi yang memadai.
Menurut Ferry, koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang relevan bagi generasi muda.
“Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang sudah tersedia, tetapi mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah.
OJK dan Kemendikdasmen Perkuat Literasi Keuangan
Dalam rangkaian puncak ISFO 2026, OJK dan Kemendikdasmen juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta program pendidikan dan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di satuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama diluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F yang disusun OJK bersama pemangku kepentingan terkait.
Bahan ajar tersebut mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan Kemendikdasmen pada 2024. Materinya mengintegrasikan kompetensi literasi finansial ke dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler, antara lain Matematika dan Ekonomi, serta kegiatan kokurikuler.
Bahan ajar tersebut telah dikurasi dan tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen.
OJK berharap bahan ajar tersebut dapat membantu tenaga pendidik menyampaikan materi literasi keuangan yang relevan dan aplikatif sehingga menjadi bekal bagi pelajar dalam mengambil keputusan keuangan, baik saat ini maupun di masa mendatang.
Tiga Kompetisi di Grand Final ISFO 2026
Setelah melewati tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Grand final terdiri atas Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, CCKS kategori mahasiswa, serta Wirausaha Muda Syariah (WMS) kategori mahasiswa.
Berikut daftar pemenang ISFO 2026:
CCKS Kategori Pelajar
Juara
Peserta
Asal Sekolah
1
Keanu Alief Montoya, Ahmad Akif Al Zahrawi, M. Razan Aqil Muflih
MAN Insan Cendekia Kota Batam (Tim 1)
2
Fawwaz Chandra, Muhammad Muntaha Hadafi, Shofi Khairunnisa
MAN Insan Cendekia Serpong
3
Abisatya Nararya, Essenza Qurani Permata Qolbi, Wanda Revamoza Abrilliant
MAN 2 Kota Malang
4
M. Safa Farras, Muhammad Tammam Elhikam S., Muhammad Widi Alviano Putra
MAN Insan Cendekia Batam (Tim 2)
CCKS Kategori Mahasiswa
Juara
Peserta
Asal Perguruan Tinggi
1
Aida Aulia Rahmah, Iskazkro Rohmat Chaska, Dea Alifiah Ihsani
Universitas Brawijaya Malang
2
Adriel Dwi Nugroho, Muhammad Wahab Hasbullah, Annisa Fitriwadhani
Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 1)
3
Rezeky Farma Natanael N., Muhammad Andrian, Leon Adhyaksa Awindra
Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 2)
4
Pranajaya Muhammad Setiady, Nuriel Ajrina Izati, Almaitsaa Majdina Putri
Universitas Padjadjaran Sumedang
Wirausaha Muda Syariah (WMS)
Juara
Peserta
Perguruan Tinggi
Usaha
1
Athar Ibrahim Toyib, Zahra Nurul Rizkiyah
IPB University
Sortine
2
Siti Syahlah Septiyani, Naila Fidriatul Ilham, Dina Widyastuti
Universitas Widyatama
FitDaYs
3
Azid Ramadhan, Bintang Najwa Manurung, M. Ariel Zulya Ramadhan
Universitas Syiah Kuala
ELPIS
Melalui ISFO 2026, OJK berharap para peserta tidak berhenti pada pencapaian kompetisi, tetapi dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang menyebarkan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, edukasi keuangan syariah di kalangan generasi muda diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha dan inovasi baru yang dapat memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. (za).


