Google search engine
HomePeristiwaPakar Geologi ITS Imbau Warga Tidak Panik, Beredar Berita Ada Patahan...

Pakar Geologi ITS Imbau Warga Tidak Panik, Beredar Berita Ada Patahan Aktif di Surabaya

Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari

SURABAYA-kanalsembilan.com (10 September 2026)

Informasi mengenai keberadaan patahan aktif di Surabaya saat ini tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Menanggapi kabar tersebut, pakar geologi sekaligus dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Ir Amien Widodo MSi mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Isu tersebut mencuat setelah salah satu akun Instagram mengunggah video mengenai keberadaan patahan yang disebut melintasi Surabaya.

Diunggah tujuh hari lalu, video tersebut telah ditonton 476 ribu kali, disukai 15,1 ribu pengguna, dan mendapatkan 1.081 komentar.

“Sudah tahukah kalian, Surabaya memiliki patahan aktif baru? Ini daerah yang dilintasinya,” tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

Menanggapi informasi yang viral tersebut, Amien menjelaskan bahwa keberadaan patahan di wilayah Surabaya memang telah menjadi bagian dari penelitian sebelumnya.

ITS bersama Pusat Survei Geologi – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI pernah melakukan penelitian mengenai peta patahan di Jawa Timur yang telah dipublikasikan pada 2024. “Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan yaitu patahan Surabaya dan patahan Waru,” ungkapnya.

Menurut Amien, kedua patahan tersebut memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Hasil penelitian itu juga sejalan dengan peta patahan di Indonesia yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tahun 2024.

“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” paparnya.

Amien menegaskan, keberadaan patahan tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai patahan aktif. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan aktivitas suatu patahan berdasarkan bukti dan kajian ilmiah.

“Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” terangnya.

Karena itu, Amien meminta masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Informasi yang belum melalui proses verifikasi ilmiah dinilai tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Amien menilai bahwa pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa. Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat menyiapkan alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah sebagai bagian dari upaya pemantauan dan mitigasi.

Selain pemantauan, penyusunan peta kawasan rawan gempa juga dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan. Pemerintah dapat memastikan bangunan yang berada di kawasan berisiko memenuhi standar bangunan tahan gempa, sehingga potensi dampak apabila terjadi gempa dapat ditekan.

Langkah mitigasi tersebut menjadi penting agar informasi mengenai patahan tidak berhenti pada kekhawatiran, tetapi mendorong kesiapan menghadapi risiko bencana.

Upaya penguatan mitigasi tersebut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Utamanya pada poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan agar tercipta lingkungan perkotaan yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana. (ais)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments