Google search engine
HomeTausiyahPerjalanan Panjang Manusia Menuju Surga, Sudah Cukupkah Bekal Kita?

Perjalanan Panjang Manusia Menuju Surga, Sudah Cukupkah Bekal Kita?

Perjalanan kita masih sangat jauh..

Sudah siapkah kita dengan kehidupan setelah kematian??

Sudah cukupkah bekal kita untuk kembali ke kampung halaman yang sesungguhnya??

Sedangkan kehidupan di akhirat adalah kekal.. Dan kita hanya punya waktu yang sangat sebentar di dunia..

(1 hari di akhirat = 1000tahun di dunia)

Satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia.
Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan,

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)

Dunia tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu.
Barangsiapa yang mengumpulkan bekal yang cukup maka dengan izin Allah dia akan sampai ke tujuan dengan selamat, dan barang siapa yang bekalnya kurang maka dikhawatirkan dia tidak akan sampai ke tujuan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita sikap yang benar dalam kehidupan di dunia dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HR. Al Bukhari no. 6053)

◼️  SEDANG MENUNGGU GILIRAN  ◼️

Dunia akan berlalu dengan kebahagiaan dan kesedihan. Kehidupan akan selesai dengan lama & sebentarnya dunia. Dan kita semua akan dipertemukan dengan Rabb dan Ilaah Allah ‘Azza wa Jalla…

Pada saat itu tidak bermanfaat harta, & anak2 kecuali orang2 yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Tidaklah hidup ini melainkan nafas2 yg terhitung, dan juga ajal yang sudah dipastikan…

Manusia itu memang aneh. Ia berlari ke arah dunia yang tidak dapat ia tangkap, lalu ia pun melarikan diri dari kematian yang tidak akan pernah bisa dihindari…

Saudaraku, kematian tidaklah menunggu kita bertaubat, tapi kitalah yg menunggu datangnya kematian dengan bertaubat..! Maka jadikan akhirat di hati kita, & dunia di tangan kita, dan kematian senantiasa berada di hadapan & di pelupuk mata….

Saat badanmu banyak merasakan serba nggak enak & ketika sedikit2 sakit, ketika rambut pun sudah mulai memutih, ketika gigi sudah mulai tanggal satu demi satu, saat mulai menjadi pelupa, ketika sudah mulai berasa mudah capek dan lelah…..

Saudaraku, tanda dekatnya kematianmu sudah berasa, dan kapan datang saatnya tidak ada yang mengetahui. Yang sebaya sudah banyak yang menghadap-Nya, dan kita semua sedang menunggu giliran..!!!

Imam al-‘Utsaimin رحمه الله berkata :

فالمهم أنت يا أخي امش على الكتاب والسنة ولا يهمك أحد والدنيا ليست للبقاء، الذي ما مات اليوم سيموت غداً

“Yang penting bagimu wahai saudaraku berjalanlah di atas al-Kitab & as-Sunnah, & janganlah perdulikan siapapun. Dunia ini bukan tempat untuk menetap. Orang yang belum mati hari ini, pasti akan mati besok” (Silsilah Al-Liqaa’ asy-Syahri 71)

وإن كان لقائنا بكَ قد إقترب فارزقنا خاتِمة حَسنة يا الله…..يا ذا الجلال و الإكرام…..

Dan jika pertemuan kami dengan-Mu itu telah semakin dekat, maka anugerahkan kepada kami akhir kehidupan yang indah yaa Allah….yaa Dzal Jalaali wal Ikrom….

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments