Google search engine
HomePendidikanPerkuat Ekosistem Inovasi dan Riset, ITS Integrasikan Science Techno Park

Perkuat Ekosistem Inovasi dan Riset, ITS Integrasikan Science Techno Park

SURABAYA-kanalsembilan.comĀ  (13 April 2026)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memantapkan langkah menuju entrepreneurial university dengan melakukan soft launching integrasi Science Techno Park (STP) ITS 2027.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Creative Center A ITS, Senin (13/4), dan dihadiri langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya ITS dalam memperkuat ekosistem inovasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

“STP sendiri merupakan program nasional yang hingga kini masih terus dikembangkan, dengan target pembentukan 100 kawasan STP di seluruh Indonesia,” Rachmat Pambudy.

Di antara berbagai pengembangan tersebut, STP ITS menjadi salah satu dari lima STP top-tier nasional yang tergabung dalam Konvensi Sains Teknologi Indonesia (KTSI), sejajar dengan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor. Menariknya, STP ITS menjadi satu-satunya yang memiliki fasilitas sirkuit untuk mendukung riset otomotif.

Pemerintah juga tengah mendorong pembentukan National Technology Transfer Office (NTTO) guna mempercepat hilirisasi dan komersialisasi hasil riset. Dengan demikian, inovasi dari perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Dalam sambutannya, Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Ia menyebut integrasi STP ITS sebagai langkah awal strategis dalam mendorong lahirnya startup berbasis riset di lingkungan perguruan tinggi.

ā€œOperasionalisasi STP ini adalah bentuk investasi masa depan untuk pengembangan inovasi dan startup di kampus,ā€ ujarnya.

Ia juga meninjau langsung kawasan STP ITS bersama jajaran pimpinan ITS, termasuk area pengembangan laboratorium masa depan.

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menjelaskan bahwa kawasan STP seluas 10 hektare ini dirancang sebagai jembatan antara hasil riset akademik dengan kebutuhan industri.

ā€œKami berkomitmen memperkuat kapasitas STP, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia,ā€ jelasnya.

Saat ini, STP ITS mengelola empat klaster utama, yaitu:
– Maritim
– Otomotif
– Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) / Robotika
– Industri Kreatif

Keempat klaster tersebut menjadi fondasi pengembangan inovasi teknologi tepat guna di ITS. Berbagai produk inovatif telah dihasilkan, mulai dari alat kesehatan, robot RAISA, kendaraan listrik, kapal otonom i-Boat, hingga produk kreatif untuk mendukung UMKM.

Pengembangan STP ITS juga didukung oleh program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) yang didanai oleh Asian Development Bank dengan nilai pendanaan mencapai Rp650 miliar sejak 2022.

Ke depan, ITS juga menyiapkan sejumlah rencana strategis, termasuk pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) ITS bernama RS dr Angka Nitisastro serta Pusat Semikonduktor ITS.

ā€œRumah sakit ini akan terintegrasi dengan program studi Teknologi Kedokteran, sehingga menghadirkan layanan kesehatan berbasis teknologi maju,ā€ tambah Bambang.

Melalui integrasi STP ini, ITS menegaskan perannya sebagai orkestrator utama dalam ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan. Inisiatif ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).Ā  (zainuddin).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments