MALANG-kanalsembilan.com (12/5/2025)
Yayasan Persyarikatan Dakwah Al Haromain (Persyadha) yang didirikan oleh KH. M. Ihya Ulumiddin merupakan ormas yang mengkhususkan di bidang tarbiyah (pendidikan) dan dakwah.
Persyadha didirikan pada tahun 1990 di Kota Surabaya. Dalam upaya menguatkan peran tarbiyah dan dakwah pada Senin-Rabu, 12-14 Mei 2025 menggelar (musyawarah nasional) munas perdana di Pondok Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Ngroto, Pujon, Malang.
Pendiri Persyadha dan saat ini sebagai ketua pembina Persyadha, KH. M. Ihya’ Ulumiddin dalam pengarahannya menekankan untuk melakukan pencatatan semua kebiasaan dan laku lampah agar menjadi SOP.
Kyai asal Desa Parengan Kecamatan Meduran Kabupaten Lamongan lebih detail menjelaskan bahwa Munas Persyadha yang fokus menghasilkan SOP dengan niat utama untuk merawat anggota yayasan (liri’ayatil jama’ah).
Ia mengkisahkan pada awalnya Rasulullah sholalloh alaihi was salam melarang para sahabat untuk menulis Al Qur’an. Hal ini agar tidak tercampur antara wahyu dan hadits Nabi. Larangan tersebut hingga pada peristiwa fathu Makkah.
Kyai Ihya’ dalam pengarahan menekankan para pengurus yayasan dan anggota harus punya tiga karakter. Yaitu kejujuran, ikhlas, dan semangat. Dan tahapan untuk menjadi baik dan kokoh adalah ilmu, amal, ikhlas, khosyah
Sementara itu Ketua Dewan Pengarah Munas Perdana, KH. Imam Mawardi Ridlwan menuturkan bahwa Munas I Yayasan dihadiri oleh pengasuh pondok cabang, ketua cabang Persyadha, Ahlu Syuro PP. Nurul Haromain, Ahlu Syuro Yayasan Persyadha, dan lembaga atau departemen di bawah Yayasan Persyadha.
Lebih lanjut Imam menyampaikan bahwa Munas perdana ini bertujuan memperkuat sinergi dalam melakukan pencatatan syakilah pesantren, yayasan dan dakwah Persyadha. Setelah itu untuk mengokohkan peran dakwah dalam membangun kader spiritual bangsa.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Munas Persyadha, Kyai Masyhuda menegaskan bahwa peserta Munas dibagi dalam delapan komisi. Masing-masing komisi harus menggali dan mencatat semua kebiasaan dan tradisi di Yayasan Persyadha. Setelah itu dibuat menjadi SOP. Munas untuk menghasilkan panduan organisasi, tarbiyah dan dakwah.
“Panita menghaturkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu Munas Perdana Persyarikatan Dakwah Al Haromain,” ujarnya. (za).


