JAKARTA-kanalsembilan.com (26 Oktober 2025)
PT PLN (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan investasi multibisnis asal Brasil, J&F S.A, untuk melakukan studi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan di Jakarta pada Kamis (23/10), disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung target penambahan kapasitas PLTA sebesar 11,7 gigawatt (GW) sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Presiden Prabowo menyampaikan, kemitraan antara Indonesia dan Brasil mencerminkan kolaborasi dua kekuatan ekonomi baru dari kawasan Global South yang berkomitmen memperkuat hubungan lintas sektor.
“Kita berdua adalah kekuatan ekonomi baru yang tengah tumbuh pesat. Kerja sama antara Indonesia dan Brasil memiliki arti strategis dan kami berdua memandang penting hubungan ini,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menambahkan, pertemuan bilateral antara kedua negara berlangsung intensif dan produktif, mencakup kerja sama di berbagai bidang seperti perdagangan, energi, teknologi, pertanian, hingga pertahanan.
“Kita sudah punya defense cooperation agreement dengan Brasil yang sedang dalam proses ratifikasi. Di bidang energi juga kita sepakat menandatangani kesepakatan strategis antara PLN dan pihak swasta Brasil,” tambahnya.
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menilai, Indonesia dan Brasil memiliki banyak kesamaan sebagai dua negara demokrasi besar di belahan selatan dunia yang sama-sama berorientasi pada keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Saya datang ke sini dengan harapan tinggi untuk memperbarui kemitraan strategis kita, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi baru di bidang kecerdasan buatan, data, ilmu pengetahuan, dan teknologi,” ujar Lula.
“Kebijakan perdagangan kita harus saling menguntungkan dan berkeadilan,” tambahnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam membuka peluang kolaborasi internasional untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
“Kerja sama ini tidak hanya mempercepat pengembangan PLTA, tetapi juga memperkuat komitmen PLN menghadirkan energi yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi dengan J&F, PLN optimistis pengembangan PLTA dapat menjadi pendorong utama transisi energi bersih di Indonesia.
“Melalui kemitraan ini, kita tidak hanya berbagi teknologi dan pengetahuan, tetapi juga menunaikan tanggung jawab bersama menghadirkan masa depan energi hijau yang memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutup Darmawan. (za).


