السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Saudara dan Sahabatku…
Salah satu kiat agar kita mampu menghadapi persoalan hidup adalah ridha pada ketetapan / takdir Alloh.
Ridho terhadap apa yang akhirnya terjadi atau ridho pada hasil yang akhirnya kita terima setelah usaha yang kita lakukan.
Mengapa kita harus ridho??
Karena kalau tidak ridha pun kejadian yang sudah terjadi tetap terjadi, hasil yang sudah kita terima tetap kita terima.
Contoh sederhananya, kita sedang berjalan tiba-tiba sebuah bola mengenai kening kita cukup keras.
Sikap terbaik menghadapi kenyataan seperti ini adalah ridho, karena toh bola sudah mengenai kening kita. “Tanda terima” berupa benjolan bekas lemparan bola sudah ada di kening kita.
Jika ada rasa sakit, maka biarkan saja sejenak rasa sakit yang sebentar itu. Tidak perlu menggerutu atau mengutuk keadaan. Lebih baik beristighfar.
Rasululloh ﷺ bersabda,
“Akan merasakan kelezatan iman, orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb-nya dan Islam sebagai agamanya, serta ( Nabi ) Muhammad sebagai Rasulnya.”
(HR. Muslim)
Sebagaimana isi hadits ini, bersikap ridha akan mendatangkan rasa tentram di dalam batin kita.
Sebenarnya, penderitaan yang kita rasakan saat menggerutu dan mengutuk kejadian buruk bukan karena peristiwanya, melainkan karena sikap kita yang tidak ridho pada peristiwa tersebut.
Contoh lainnya yang sering terjadi adalah mengejek atau mencibir keadaan diri sendiri.
Ada orang yang mengejek dirinya sendiri hanya karena hidungnya tidak mancung, kulitnya gelap, posturnya pendek, atau terlahir dari keluarga yang tidak kaya raya.
Orang² seperti ini akhirnya merasakan penderitaan. Penderitaan mereka bukan disebabkan oleh kenyataan, melainkan oleh sikap mereka sendiri terhadap kenyataan.
Maka, tidak heran jika orang seperti ini mengalami stres.
Seperti kisah seorang wanita yang sudah melewati usia 30 tahun, kemudian ia pontang panting menghindari gejala penuaan dengan cara operasi plastik.
Biaya yang mahal dikejarnya tapi keriput di wajah tetap saja muncul.
Dia pun stres…….
Ini contoh orang yang tidak ridha menghadapi kenyataan dan menyikapinya secara berlebihan. Ia tidak ridha menghadapi kenyataan bahwa muda dan tua adalah sunnatullah yang akan dialami manusia.
Saudara dan Sahabatku…
Ridho bukanlah pasrah begitu saja.
Ridho adalah keterampilan kita untuk realistis menerima kenyataan.
Hati menerima, pikiran dan fisik berikhtiar memperbaiki diri sehingga bisa menemui kenyataan yang lebih baik lagi. Jika sakit gigi, bersikaplah ridha dengan menerima bahwa itu ujian dari Alloh Ta’ala, sembari kaki melangkah ke dokter gigi sebagai bentuk ikhtiar mengobati dan merawat gigi karena itu adalah titipan Alloh Ta’ala.
Boleh jadi sakit gigi karena kelalaian kita merawat titipan Alloh Ta’ala tersebut.
Oleh karena itu, peristiwa apa pun yang terjadi di dalam hidup kita, marilah kita hadapi dengan ridha: terima dengan lapang dada tanpa berkeluh kesah dan yakini bahwa segala yang terjadi ada dalam kekuasaan Alloh Ta’ala.
Tidak ada kejadian apa pun yang luput dari pengetahuan dan kekuasaan-Nya.
Sekalipun peristiwa tersebut tidak sesuai dengan harapan kita, bahkan cenderung pahit untuk diterima.
Ridho adalah sikap terbaik agar ujian tersebut berbuah barokah bagi kita.
Bersikap ridho itu seperti menanak nasi tapi terlalu banyak air sehingga beras yang kita tanak malah menjadi bubur.
Menghadapi kenyataan seperti ini maka sikap terbaik kita bukanlah menggerutu atau marah-marah, melainkan bersikaplah ridho sembari mencari daun seledri, kacang kedelai, dan suwiran daging ayam, lalu ditambahi kecap dan kerupuk.
Maka, jadilah bubur ayam spesial.
Ridho akan membuat hidup kita lebih nyaman dan lapang.
Bukankah kita ingin Alloh Ta’ala ridho kepada kita? Jalannya adalah bersikap ridha pada apa pun keputusan-Nya.
Rasululloh ﷺ bersabda,
“Barang siapa yang ridha ( pada ketentuan Alloh ), maka Alloh akan ridha kepadanya.”
(HR. Tirmidzi)
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab.
Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang.
Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Ya Alloh, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal, dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
📢Jangan lupa sebarkan kebaikan dan kunjungi kanal youtube.com/@djoeprichannel


