Google search engine
HomeUncategorizedSebanyak 120 Pelajar Ikuti Dialog Kebangsaan PII Kota Surabaya

Sebanyak 120 Pelajar Ikuti Dialog Kebangsaan PII Kota Surabaya

SURABAYA-kanalsembilan.com (24 Oktober 2026)

Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Surabaya menggelar Dialog Kebangsaan Pelajar Surabaya 2026 di Convention Hall Gedung Siola, Surabaya, Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 120 pelajar dari berbagai sekolah tersebut bertujuan memperkuat nalar kritis, karakter, dan kepemimpinan generasi muda di tengah tantangan era digital.

Mengusung tema “Dialektika Kesadaran Kritis Pelajar di Era Disrupsi Digital Menuju Praksis Kebangsaan Emansipatoris”, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasi, bertukar gagasan, serta membahas persoalan pendidikan, demokrasi, dan kehidupan kebangsaan.

Dialog tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Pra-Konferensi Daerah (Pra-KONDA) XXIII PII Kota Surabaya 2026.
Ketua Umum PD PII Kota Surabaya periode 2024–2026, Dede Muhtadin, mengatakan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas dan berkarakter.

Menurutnya, dialog kebangsaan ini diselenggarakan untuk menampung aspirasi pelajar sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk membahas berbagai persoalan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Ia menegaskan, pelajar tidak cukup hanya menjadi penerima informasi dan kebijakan. Mereka perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta menyusun gagasan untuk menjawab persoalan di sekitarnya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memverifikasi informasi dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang menjadi semakin penting. Hal itu perlu diimbangi dengan nasionalisme, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kota Surabaya, Djuwari Syaifudin, mengapresiasi inisiatif PD PII Surabaya dalam menghadirkan ruang dialog bagi pelajar.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas agar organisasi pelajar tidak hanya menjadi wadah kaderisasi internal, tetapi juga mampu merangkul generasi muda dari berbagai latar belakang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

KB PII Kota Surabaya, lanjutnya, siap mendukung penguatan gerakan PII agar semakin aktif, kolaboratif, dan berdampak bagi pengembangan kapasitas serta karakter pelajar.

Dorong Pelajar Berpikir Kritis dan Aktif dalam Demokrasi
Anggota MPR/DPD RI Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Yayasan UNITA, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., hadir sebagai pembicara utama. Ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan kepemimpinan, dan pemahaman terhadap kehidupan demokrasi.

Dalam pemaparannya, Lia menjelaskan bahwa kesadaran kritis merupakan kemampuan memahami realitas sosial, menganalisis persoalan secara mendalam, dan tidak menerima keadaan secara pasif.

Ia mengaitkan konsep tersebut dengan pemikiran Paulo Freire mengenai critical consciousness, yakni kesadaran untuk memahami struktur sosial dan ketidakadilan sebagai landasan bagi perubahan.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis semakin dibutuhkan di tengah ruang digital yang dipenuhi beragam informasi, termasuk opini, propaganda, dan disinformasi. Karena itu, pelajar perlu membiasakan diri memeriksa fakta, mengevaluasi bukti, dan menyusun argumentasi secara rasional.

Lia juga menyoroti pentingnya kesadaran politik di kalangan generasi muda. Demokrasi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemilihan umum, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan kebijakan publik.

Selain itu, ia menekankan prinsip meritokrasi dalam kepemimpinan, yakni menempatkan seseorang berdasarkan kemampuan, kompetensi, prestasi, dan integritas, bukan semata-mata kekayaan, status sosial, atau kedekatan politik.

Generasi muda, lanjutnya, perlu membangun keberanian, kreativitas, kedisiplinan, dan konsistensi nilai agar mampu berkontribusi dalam kehidupan demokrasi secara bertanggung jawab.

Mahasiswa Bagikan Perspektif Akademik dan Kepemimpinan
Sesi dialog juga menghadirkan dua narasumber dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yakni Khairunnisa Nur Fadhilah, Mahasiswa Berprestasi II UNESA, dan Ilman Zidni Mubarok, Ketua BEM Fakultas Bahasa dan Seni UNESA.

Khairunnisa membahas tantangan mempertahankan nalar kritis dan karakter di tengah transformasi digital. Ia juga menyoroti pentingnya mengubah prestasi akademik menjadi kontribusi sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut perspektif yang dibahas dalam sesi tersebut, kecakapan digital perlu disertai kemampuan memverifikasi informasi, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital.

Sementara itu, Ilman menyoroti peran organisasi mahasiswa sebagai ruang pembentukan tradisi intelektual, kesadaran sosial, dan kepemimpinan demokratis.

Organisasi, menurutnya, perlu menjadi tempat untuk menguji gagasan, menyusun argumentasi berbasis data, serta merumuskan solusi atas persoalan masyarakat, bukan sekadar ruang konsolidasi.

Diskusi juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan berpendapat dengan tetap mengedepankan etika, empati, dan tanggung jawab. Perbedaan pandangan seharusnya menjadi sarana memperkaya perspektif, bukan memicu permusuhan dan polarisasi.

Selain itu, gagasan dan kritik perlu diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kerja kolektif yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara organisasi pelajar, mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas dampak gerakan generasi muda.

Sepanjang kegiatan, para peserta terlibat aktif dalam diskusi melalui pertanyaan dan penyampaian aspirasi terkait pendidikan serta tantangan yang dihadapi generasi muda.

Melalui kegiatan ini, PD PII Kota Surabaya berharap pelajar semakin mampu berpikir kritis, membangun karakter, memahami demokrasi, dan menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan nyata.

Dialog Kebangsaan Pelajar Surabaya 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya PII Surabaya memperkuat peran pelajar dalam kehidupan sosial dan kebangsaan menjelang Konferensi Daerah XXIII Tahun 2026. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments