SURABAYA-kanalsembilan.com (29 Juni 2026)
Investasi merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus
fondasi bagi penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah meningkatnya dinamika dan ketidakpastian global, penguatan si nergi antarotoritas
menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat daya saing daerah,
serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang pada triwulan I 2026 tumbuh
sebesar 5,96% (yoy) dengan inflasi yang tetap terkendali .
Dalam rangka memperkuat sinergi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur
bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur
menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan
Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pada 25 Juni 2026
di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis untuk
memperkuat kolaborasi dalam mendorong investasi yang berkualitas, mempercepat transformasi
ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan bahwa stabilitas
makroekonomi yang terjaga merupakan modal utama dalam meningkatkan kepercayaan investor.
Dengan posisi strategis sebagai gerbang kawasan Indonesia Timur, dukungan infrastruktur yang
semakin baik, serta struktur ekonomi yang resilien, Jawa Timur memiliki daya tarik yang kuat sebagai
tujuan investasi.
“Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang
responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki diri. Jawa Timur
memiliki modal tersebut.
Tantangan kita ke depan adalah menghadirkan investasi yang semak in
berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ibrahim.
Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menyampaikan bahwa integrasi
Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi
lintas sektor dalam menyiapkan proyek investasi yang semakin siap ditawarkan ( Investment Project
Ready to Offer /IPRO), mempercepat pengembangan kawasan industri, serta meningkatkan daya
saing investasi Jawa Timur.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas
V. M. Tarihoran, menegaskan pentingnya memperluas akses pembiayaan melalui sektor jasa
keuangan guna mendukung investasi, pengembangan UMKM, dan peningkatan inklusi keuangan
di daerah.
Turut hadir sebagai narasumber, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS , M. Nashrul Wajdi,
yang menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan basis data
ekonomi yang lebih komprehensif sebagai landasan dalam mengidentifikasi potensi investasi,
pembiayaan, serta arah pengembangan ekonomi daerah.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa investasi
yang berkualitas harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan daya
saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga menekankan pe ntingnya percepatan
penyelesaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan
Sawah Dilindungi (LSD), sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan IPRO,
serta percepatan penyelesaian berbagai hambatan investasi sebagai bagian dari strategi
mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Launching East Java Investment Forum (EJIF) 2026 sebagai
momentum memperkuat promosi investasi Jawa Timur kepada investor domestik maupun
internasional.
Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, OJK, BPS, serta
seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dalam mendorong investasi yang
berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi daerah, dan menjaga stabilitas makroekonomi
sehingga Jawa Timur mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin
kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan. (za).


