“Ada seorang tamu datang ke rumah ‘Aisyah, lalu ‘Aisyah menyuruhnya tidur dengan selimut berwarna kuning, maka ia pun tidur dengan selimut tersebut. Tamu itu mimpi basah, dan ia malu untuk mengembalikan selimut tersebut karena di dalamnya terdapat bekas mani, sehingga ia mencelupkannya ke dalam air. Baru setelah itu ia mengembalikannya kepada ‘Aisyah. Maka berkatalah ‘Aisyah, “Kenapa ia merusak (membuat basah) kain kami? Padahal cukup baginya mengerik bekasnya dengan jari, aku pernah mengerik kain Rasulullah ï·º dengan jari-jariku.” (HR. Tirmidzi: 108) – https://hadits.in/tirmidzi/108.
(gwa-pengajian-kebangsaan indonesianis)


