https://www.facebook.com/share/p/14igfoton58/
Ketika menjelaskan firman Allah dalam QS. Al-Anfal: 33, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
> كان فيهم أمانان : النبي ﷺ والاستغفار، فذهب النبي ﷺ وبقي الاستغفار
“Umat Muhammad memiliki dua pengaman dari bencana yang merata, yaitu keberadaan Nabi ﷺ dan memohon ampunan. Sang Nabi telah wafat. Tersisa satu pengaman dari bencana yang merata, yaitu memohon ampunan.” (Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Anfal: 33)
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
Istighfar merupakan salah satu sebab datangnya rahmat Allah dan ditolaknya berbagai musibah. Yang dimaksud istighfar bukan sekadar mengucapkan “Astaghfirullah”, tetapi seluruh bentuk permohonan ampun kepada Allah dengan hati yang tulus, disertai taubat dan meninggalkan maksiat.
Karena itu, tolak bala’ bukan dengan ritual-ritual yang mengandung kesyirikan, seperti sesajen, persembahan kepada selain Allah, atau berbagai tradisi yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Seorang muslim diperintahkan untuk bertauhid, bertaubat, memperbanyak istighfar, memperbaiki amal, dan kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, mengangkat musibah dari kaum muslimin, serta menjaga negeri ini dengan rahmat-Nya.
“ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ“.
“Robbanaghfirlana dzunabana wa israfana fii amrina, wa tsabbit aqdamana, wanshurnâ ‘alal qoumil kafiriin”.
“Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (QS. Ali Imran : 147
“رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ“.
“Robbana amannaa faghfir lana warhamna wa Anta khoirur rahimiin”.
“Wahai Rabb kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik”. (QS. Al-Mu’minun : 109)
“اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ”
“Allahummagh firlana war hamna wa tub ‘alaina, innaka antat tawwabur rohiim”.
(Ya Allâh, ampunilah kami dan sayangilah kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). (HR. An-Nasa’i).


