MALANG-kanalsembilan.com (5 Agustus 2026)
Tong Tong Night Market (TTNM) 2026 resmi ditutup dengan mencatatkan lebih dari 20.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Festival yang kembali terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini juga menghadirkan lebih dari 60 tenant yang terdiri dari pelaku kuliner, UMKM, dan komunitas, serta melibatkan lebih dari 200 pekerja seni yang bersama-sama menghadirkan harmoni budaya, kreativitas, dan ekonomi kreatif di Taman Tjerme, The Shalimar Boutique Hotel Malang.
Mengusung tema “Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya”, Tong Tong Night Market kembali membuktikan bahwa sebuah festival budaya dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, seniman, dan pemerintah dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan beragam pengalaman budaya dan hiburan. Mulai dari penampilan Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya, Ludruk Punakawan, Cokekan Putra Mandala, Sanggar NDS Sanggarmoe, Sanggar Sekar Budoyo, Karimoen Art Center, Sanggar Sekar Katelu, Pendongeng Cilik hasil kolaborasi bersama Bank Indonesia, Miben Voice, Sanggar Tari Sekar Dilem, Medley Music Anthem, Arca Tata Sawara, hingga penampilan guest star Keroncong Gandara Loka dari Tuban yang menutup rangkaian festival dengan penuh semangat.
Keberagaman pertunjukan tersebut menunjukkan komitmen Tong Tong Night Market dalam memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian seni tradisi yang hidup dan berkembang bersama generasi masa kini.
Sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Tong Tong Night Market mendapat dukungan dari berbagai pihak. Managing Director The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, sebelumnya menyampaikan harapannya agar Tong Tong Night Market mampu melahirkan kolaborasi jangka panjang bagi para pelaku UMKM dan bisnis kuliner. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., menilai Tong Tong Night Market merupakan ruang dialog lintas budaya sekaligus etalase bagi pelaku ekonomi kreatif.
Apresiasi juga disampaikan oleh Eni Komiarti, S.ST.Par., M.Si., Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah, Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yang menyebut terpilihnya Tong Tong Night Market untuk kedua kalinya dalam Karisma Event Nusantara sebagai bukti kualitas penyelenggaraan festival yang konsisten.
Ketua Panitia Tong Tong Night Market 2026, Kartika Chandra Hapsari, mengatakan bahwa keberhasilan festival ini bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung ataupun banyaknya pertunjukan yang tersaji, tetapi dari kolaborasi yang berhasil dibangun di dalamnya.
“Tong Tong Night Market bukan hanya tentang empat hari festival. Yang ingin kami bangun adalah kehidupan setelah festival selesai. Kami berharap Tong Tong menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan UMKM, pelaku seni budaya, komunitas, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk terus berkolaborasi sepanjang tahun.”
Kartika menambahkan bahwa keberlangsungan budaya bergantung pada sejauh mana masyarakat bersedia memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya.
“Budaya tidak akan lestari hanya karena dikenang. Budaya akan tetap hidup ketika diberi ruang untuk dipentaskan, diapresiasi, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena kalau bukan kita yang menjaga dan merawatnya, siapa lagi?”
Tong Tong Night Market 2026 menjadi bukti bahwa festival budaya dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Festival ini menjadi titik temu antara pelaku seni, UMKM, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Malang.
Berakhirnya Tong Tong Night Market 2026 bukan menjadi akhir dari sebuah perayaan, melainkan awal dari komitmen bersama untuk terus menghidupkan seni, budaya, dan kreativitas. Dengan semangat “Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya”, Tong Tong Night Market akan terus berkembang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan tradisi dengan inovasi, sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu destinasi festival budaya unggulan di Indonesia. (za).


