SURABAYA-kanalsembilan.com (9 Agustus 2026)
Transformasi bisnis yang dijalankan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mulai menunjukkan hasil positif. Hingga semester I 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun dengan margin EBITDA mencapai 54,5 persen.
Kinerja tersebut tidak hanya ditopang kebutuhan konektivitas di lingkungan TelkomGroup. Pendapatan dari pelanggan eksternal juga tumbuh signifikan sebesar 31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp939 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, mengatakan pertumbuhan bisnis eksternal menunjukkan transformasi perusahaan mulai memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas.
“Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” kata Lukman, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, transformasi InfraNexia semakin diperkuat setelah pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kepada InfraNexia yang efektif sejak 1 Januari 2026.
Pengalihan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset jaringan, sekaligus memperbesar peluang monetisasi dan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri.
Dari sisi portofolio, segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen yoy. Kinerja ini didorong meningkatnya kebutuhan terhadap layanan jaringan inti (core network) dan kapasitas jaringan seiring pesatnya aktivitas digital.
Sementara itu, segmen FTTx dan Infrastructure Sharing terus memperkuat bisnis InfraNexia melalui penyediaan konektivitas dan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur bersama.
Model bisnis tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di industri telekomunikasi.
Dari sisi profitabilitas, margin EBITDA sebesar 54,5 persen ditopang oleh disiplin operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.
Seiring bertambahnya skala bisnis, jumlah karyawan InfraNexia juga meningkat. Sepanjang semester I 2026, jumlah karyawan bertambah dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang.
Penambahan tersebut dilakukan untuk mendukung meningkatnya kompleksitas operasional, pengembangan layanan, serta percepatan transformasi perusahaan.
Lukman menambahkan, sinergi dengan Danantara Indonesia menjadi salah satu faktor yang memperkuat optimisme perusahaan dalam mengembangkan bisnis ke depan.
InfraNexia, kata dia, berkomitmen memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional melalui penyediaan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, kami optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan, industri, pemegang saham, dan negara,” ujarnya. (za).


