SURAH INSYIQAQ
(Terbelah)
AYAT 22 :
بَلِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا يُكَذِّبُوۡنَ
Balil laziina kafaruu yukazzibuun
bahkan orang-2 kafir itu
mendustakan(nya).
TAFSIR :
Mereka enggan beriman, bahkan orang-orang kafir itu mendustakan Al-Qur’an dan hari kebangkitan dengan berbagai alasan, seperti dengki kepada Nabi Muhammad, khawatir kehilangan status sosial, atau hanya merasa diri mulia.
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka tidak mau mengakui bahwa Al-Qur’an itu kalam Ilahi yang harus dimuliakan dan dipatuhi serta mengakui bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw utusan Allah.
AYAT 23 :
وَاللّٰهُ اَعۡلَمُ بِمَا يُوۡعُوۡنَ
Wallaahu a’lamu bimaa yuu’uun
Dan Allah
lebih mengetahui
apa yang mereka sembunyikan
(dalam hati mereka).
TAFSIR :
Dan mereka tetap ingkar, padahal Allah lebih mengetahui dengan pasti apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka.
Allah akan membuka semua isi hati mereka kelak di hari kiamat.
AYAT 24 :
فَبَشِّرۡهُمۡ بِعَذَابٍ اَلِيۡمٍۙ
Fabashshirhum bi’azaabin aliim
Maka sampaikanlah
kpd mereka (ancaman)
azab yang pedih,
TAFSIR :
Atas pengingkaran mereka terhadap kebenaran yang datang dari Allah, maka sampaikanlah kepada mereka ancaman berupa azab yang pedih di akhirat.
AYAT 25 (ayat terakhir ) :
اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمۡ اَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُوۡنٍ
Illal laziina aamanuu wa ‘amilus saalihaati lahum ajrun ghairu mamnuun
kecuali orang-orang
yang beriman dan
mengerjakan kebajikan,
mereka
akan mendapat pahala
yang tidak putus-putusnya.
TAFSIR :
Demikianlah, Allah akan mengazab orang-orang yang ingkar.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya sebagai anugerah dari Allah dan penghargaan atas perbuatan baiknya.
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, percaya kepada Al-Qur’an, serta mengerjakan ajarannya dengan sebaik-baiknya, akan mendapat ganjaran dari Allah yang tidak ada putus-putusnya, abadi selama-lamanya. (cak-er).


