Ilmu itu ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak bermanfaat.
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
سَلُّوا اللَّهَ عِلْمًا نَافِعًا وَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عِلْمٍ لَايَنْفَعُ
“Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat.”
📕 HR. Ibnu Majah 3843, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani
Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan: “Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk (dan menetap) ke dalam relung hati (manusia), yang kemudian melahirkan rasa tenang, takut, tunduk, merendahkan dan mengakui kelemahan diri di hadapan Allah Ta’ala.”
Syarat mendapatkan ilmu yang bermanfaat:
1️⃣ Sumber pengaruh (ilmu) yang baik
2️⃣ Media untuk menerima pengaruh dan manfaat dari ilmu
3️⃣ Upaya untuk mendapatkan pengaruh baik dan manfaat dari ilmu
4️⃣ Upaya untuk menghilangkan penghalang dan penghambat yang menghalangi sampainya pengaruh baik dari ilmu yang bermanfaat
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Telah berkata Yahya bin ‘Ammar rahimahullah, ‘Ilmu itu ada lima:
1️⃣ Ilmu yang merupakan kehidupan bagi agama, yaitu ilmu tauhid.
2️⃣ Ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu tentang mempelajari makna-makna Al-Qur’an dan hadits.
3️⃣ Ilmu yang merupakan obat agama, yaitu ilmu fatwa.
4️⃣ Ilmu yang merupakan penyakit agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan
5️⃣ Ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya’.”
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً وَرِزْقاً طَيِّباً وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.”
📕 HR. Ibnu Majah 925, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani
🌐 https://muslim.or.id/3528-bagaimana-meraih-ilmu-yang-bermanfaat.html


