Google search engine
HomeAgamaStrategi Dakwah Rasulullah ﷺ Kepada Dua Kekuatan Dunia

Strategi Dakwah Rasulullah ﷺ Kepada Dua Kekuatan Dunia

OneDayOneSirah
📆 Edisi 335 dari 732
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagaimana kabar Bapak/Ibu H. Muhammad Zainuddin, sahabat sirah yang dirahmati Allah? Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan keistiqamahan dalam iman serta Islam. Alhamdulillah, kita kembali melanjutkan perjalanan penuh hikmah dari Sirah Nabawiyah. Kisah perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat ini semoga kita senantiasa mendapat taufik dalam meneladani Rasulullah ﷺ hingga akhir hayat.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

📚 Kerajaan Romawi dan Persia: Tantangan Dakwah Global Rasulullah ﷺ

Dalam periode kehidupan Rasulullah ﷺ, dunia saat itu dikuasai oleh dua imperium besar yang saling bermusuhan dan silih berganti dalam perebutan kekuasaan: Romawi Timur (Bizantium) dan Kekaisaran Persia (Sasaniyah).

Menurut Ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dan Fiqhus Sirah karya Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, kedua imperium tersebut menguasai hampir seluruh kawasan sekeliling Jazirah Arab:
• Romawi menguasai wilayah Syam (Levant), Palestina, dan Mesir.
• Persia menguasai wilayah Irak, Iran, hingga sebagian wilayah Yaman.

Tanah Arab sendiri memang tidak dijajah secara langsung, namun berada dalam tekanan geopolitik kedua kekaisaran tersebut, dan sering menjadi sasaran ekspansi budaya, politik, dan perdagangan.

*Kecerdasan Geopolitik Rasulullah *ﷺ

Dalam suasana yang penuh intimidasi dan dominasi dua superpower dunia itu, Rasulullah ﷺ menunjukkan keberanian dan visi kenabian yang luar biasa. Setelah Perjanjian Hudaibiyah, beliau mengirim utusan kepada Kaisar Heraklius (Romawi) dan Raja Kisra (Khushraw II) (Persia) untuk mengajak mereka memeluk Islam, sebagaimana disebutkan dalam berbagai kitab sirah, termasuk Ibnu Hisyam, Al-Bidayah wa An-Nihayah oleh Ibnu Katsir, dan Musnad Ahmad.

Tindakan ini mengejutkan banyak kabilah Arab. Bagaimana mungkin seorang Nabi dari kabilah kecil di tengah padang pasir—yang bahkan belum menguasai seluruh Jazirah Arab—berani menyurati dua penguasa dunia? Tapi inilah hakikat misi risalah: universal, penuh keyakinan, dan tidak terikat kekuatan duniawi.

Sebagian masyarakat Arab memang berada di bawah pengaruh budaya Persia dan Romawi. Yaman dan wilayah Hira (Irak) condong ke Persia, sedangkan Mesir, Syam, dan sebagian Hijaz utara berada di bawah pengaruh Romawi. Namun, masyarakat Kristen Arab seperti suku Ghassan sering menjadi korban kebijakan represif Romawi dalam hal agama, sehingga ketika Islam datang membawa keadilan dan kemerdekaan aqidah, banyak dari mereka justru menyambutnya dengan gembira.

Mengapa Rasulullah ﷺ Berani Menyurati Raja Dunia?

Pertanyaan ini sangat penting:

“Bukankah jika salah satu kerajaan itu murka, maka seluruh Jazirah Arab bisa hancur?”

Jawabannya, karena:
1. Keimanan Rasulullah ﷺ yang kokoh bahwa dakwah ini bukan sekadar lokal tetapi global.
2. Perjanjian Hudaibiyah telah memberi ruang diplomasi dan membuka jalan dakwah.
3. Posisi politik Madinah makin kuat secara militer, sosial, dan ekonomi.
4. Dukungan dari masyarakat yang mulai memahami Islam sebagai agama yang menyelamatkan dunia dan akhirat.

Ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak hanya seorang pemimpin spiritual, tetapi juga negarawan ulung, ahli strategi, dan pemimpin dunia yang visioner.

Semoga edisi ini bermanfaat dan menambah semangat dakwah kita meneladani keberanian dan visi global Rasulullah ﷺ.

📌 Kita lanjutkan kisah ini di edisi berikutnya, in shaa Allah.

🎯 Sukseskan Gerakan:
1. Takbiratul Ihram bersama imam – minimal tidak masbuq.
2. “Rebutlah” shaf pertama.

وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

📝 Disusun oleh:
Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo, Hp/WA: 0811 254 005)

📚 Referensi:
1. Sirah Nabawiyah – Ibnu Hisyam
2. Ar-Rahiq al-Makhtum – Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri
3. Fiqhus Sirah – Syaikh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi
4.Al-Bidayah wa An-Nihayah – Ibnu Katsir
5. Musnad Ahmad – Imam Ahmad bin Hanbal

💎 Semoga bermanfaat! Jika bermanfaat, silakan bagikan kepada yang lain.

Klik untuk baca: https://www.facebook.com/share/1B7hW4tSiN/?mibextid=wwXIfr

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments