https://www.facebook.com/share/p/1EGbq1m2Sf/
Imran bin Khiththan dahulunya adalah seorang tokoh ulama Sunnah, namun akhirnya berubah menjadi gembong Khawarij tulen. Kisahnya, dia punya saudari sepupu berpemahaman Khawarij bernama Hamnah. Karena kecantikannya, Imran jatuh cinta kepadanya dan hendak menikahinya.
Tatkala ditegur oleh sebagian temannya, Imran menjawab, “Saya ingin menikahinya untuk mengentaskannya dari cengkeraman paham Khawarij!” Namun, ternyata bukannya dia yang mengubah istrinya, malah dia yang diubah oleh istrinya sehingga menjadi Khawarij tulen!!
Diceritakan oleh al-Madaini bahwa Hamnah adalah wanita yang berparas cantik, sedangkan Imran memiliki rupa yang jelek. Suatu hari tatkala kecantikan istrinya membuat Imran kagum, maka sang istri berkomentar, “Saya dan kamu akan masuk surga, sebab engkau dapat nikmat lalu bersyukur (karena dapat istri cantik), dan saya terkena musibah lalu saya sabar (karena dapat suami jelek).” (Siyar A’lāmin Nubalā’ adz-Dzahabi 4/214, Mīzānul I’tidāl adz-Dzahabi 5/286, Tahdzībut Tahdzīb Ibnu Hajar 8/127–129)
Di antara faedah kisah ini adalah apa yang disebutkan oleh Syaikh Bakr Abu Zaid tatkala berkomentar tentang kisah ini, “Dengan demikian Anda mengetahui bahaya bergaul dan menikah dengan para ahli bid’ah dan aliran-aliran sesat. Tidaklah perubahan drastis Iraq dari mayoritas Ahli Sunnah menjadi mayoritas Syi’ah melainkan karena Ahli Sunnah menikah dengan Syi’ah, sebagaimana dalam al-Khuthūth al-’Arīdhah oleh Muhibbuddin al-Khathib.” (An Nadhair hlm. 90-91)
Kalau teman saja kita harus selektif karena pengaruhnya sangat besar, apalagi istri maka harus lebih selektif lagi karena pengaruh istri sangat dahsyat sekali.
Suami dipilih oleh Allah sebagai Qawwam/pemimpin, dia harus mampu menjadi pemimpin yang baik bagi istri dan anak-anaknya, termasuk pada zaman sekarang ini, dia harus mampu mendisiplinkan istri dan anak-anaknya dalam bermedsos, jangan biarkan istri dan anak-anaknya menebar syubhat dan syahwat lalu dia diam seribu bahasa. Kemanakah kecemburuan dan kepemimpianmu wahai para suami?! Tidakkah engkau takut untuk menjadi dayyuts? Tidakkah engkau takut untuk dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat nanti?!
Ya Allah, anugerahkan kepada kami istri-istri yang shalihah, berikanlah kekuatan kepada kami untuk menunaikan amanat sebagai suami.
Untukmu para jomblo, saya do’akan semoga diberi jodoh akhwat yang shalihah ahlussunnah.
(gwa-majelis-ilmu-3).


