Sejak pagi sebelum shubuh para santri telah menyelesaikan tugas wajibnya. Tahajud dan wirid. Hari ini, Rabu (22/2025) mereka bakda wirid shubuh, ngaji tafsir bergegas bersih diri.
“Khok sudah mandi? Biasanya akan dluhur baru mandi?” tanya Kyai Badrun ke para santri.
“Kita semua ikut upacara kyai? Bahkan ada yang jadi petugas,” jawab santri.
“Itu hanya alasan Kang Santri supaya hari bebas ndak ngaji saja,” tanya Kyai Badrun.
“Kyai hari ini itu hari kita kyai. Hari santri. Sekali-kali santri itu keren kyai,” jawab Kang Santri.
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dilakukan serempak di seluruh penjuru negeri tercinta. Indonesia. Mereka mengaktualisasikan panggilan jihad di era kemerdekaan Indonesia. Era modern ini bagaimana para santri mengaktualisasikan Resolusi Jihad.
Pesantren yang menggembleng para santri telah berjihad totalitas sebelum kemerdekaan, saat kemerdekaan dan paska kemerdekaan. Saat ini hanya pesantren yang mampu menjadi benteng moral bangsa.
Saya yang dibesarkan di pesantren, kemudian diberi amanah merintis pesantren menemukan pola kehidupan yang khas. Yang saya tahu dan lakukan adalah berupaya mandiri tanpa harus bergantung pihak lain apalagi pada pemerintah. Memulai yang dapat dijalankan sesuai kemampuan selimutnya. Jadi prinsipnya tubuh kita yang menyesuaikan selimut. Karena itu pesantren menempatkan ilmu menjadi utama. Fasilitas seadanya terpenting terwujud pembelajaran. Fungsi pembelajaran untuk pengkaderan pengembang risalah dan agar mendekatkan diri pada Gusti Alloh Ta’ala.
Dari sarana seadanya, dan yang paling sederhana, pesantren mendidik jiwa (tazkiyatun Nafs). Yaitu upaya untuk menyucikan jiwa. Pola ini dibutuhkan murobbi, pendamping dan tauladan serta pelatih hidup bersih jiwa. Di dunia pesantren disebut kiai.
Kyai dalam dunia pesantren sebagai figur epistemik. Yaitu tauladan dalam menjaga ilmu dan adab. Karena itu banyak para ilmuwan yang tidak pernah nyantri tidak memiliki kasanah kehidupan adab kang santri pada kyainya.
Adab ala pesantren itu menggabungkan ilmu, berkhidmad, beramal, akhlak dan ngalab keberkahan.
Hasilnya adalah rangkaian perjuangan yang dimulai dari Resolusi Jihad (22/10/1945) Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang Jawa Timur. Resolusi jihad ala pesantren merupakan tindakan nyata dan tegas untuk menegakkan kemerdekaan. Maka para kiai berjihad ala pesantren. Sholat, puasa, wirid, hizib dan bergerak di medan perang. Saat itu suwuk kyai sangat ampuh. Perjuangan tersebut sebagai bukti hubbul wathan minal iman.
Santri mengabdi paska kemerdekaan lewat tokoh Pesantren Tebuireng yaitu K.H. Wahid Hasyim dan tokoh pesantren lainnya memberi arah Indonesia. Dari tokoh Pesantren Tebuireng lahirlah Departemen Agama pada 1946, lahirlah presiden dari santri dan saat ini lahirlah kementerian haji.
Setelah digagas UU Pesantren (2018) dan disahkan pada tahun berikutnya, pada kabinet merah putih akan disahkan dirjen pesantren. Melalui perjuangan yang berkesinambungan maka kaum santri akan menjadi pengisi aktif kemerdekaan Bangsa Indonesia. Hari santri merupakan hari komitmen para santri berkhidmad menjaga negeri.
Kehadiran dirjend pesantren akan memberi kesempatan luas bagi pesantren membangun diri membangun pendidik yang sesuai tuntutan zaman.
Yaitu santri yang tafaquh fiddin disertai skill sains teknologi. Pendidik murni pesantren akan diakui dan disejajarkan dengan pendidikan formal tanpa banyak syarat. Setelah dirjend pesantren disahkan maka madrasah atau sekolah formal di pesantren harus diubah di bawah dirjend pesantren diaturan ala kehidupan pesantren. Dirjend pesantren tidak boleh merubah khas pesantren. Namun justru mengangkat kas pesantren ditata secara managemen modern.
Hari Ahad, 19 Oktober 2025 saya sengaja menghadirkan Prof. Dr. KH.
Imam Suprayogo menjadi nara sumber memperingati hari santri. Beliau merupakan tokoh yang menhadlirkan pesantren di dalam kampus UIN. Gagasan beliau diambil oleh UIN lainnya se-Indonesia. Di tengah obrolan, beliau menegaskan sistem pendidikan pesantren itu terbaik dan paripurna. Sebaiknya pendidikan formal mengadopsi pola pendidik pesantren.
Hari santri merupakan wujud menyiapkan kader santri untuk menjadi pemimpin negeri. Semoga Alloh Ta’ala memberkahi.
Imam Mawardi Ridlwan
Dewan Pembina Yayasan Bhakti Relawan Advokat Pejuang Islam


