SURABAYA-kanalsembilan.com (28 Februari 2026)
Proses pemvisaan jemaah haji Indonesia memasuki fase krusial menjelang Ramadan. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat sebagian besar dokumen telah diproses, sementara sisanya terus dikebut agar sesuai jadwal keberangkatan.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, mengungkapkan hingga saat ini sekitar 162 ribu dokumen jemaah telah masuk proses pemvisaan. Sementara itu, sekitar 40 ribu dokumen lainnya masih dalam tahap penyelesaian oleh tim khusus.
“Kami bekerja 24 jam penuh dalam memproses dokumen dan pemvisaan. Sejauh ini, lebih kurang 162 ribu jemaah sudah berproses, tersisa sekitar 40 ribuan. Untuk visa yang sudah dicetak sendiri sudah mencapai angka 57 ribu,” ujar Ian saat meninjau langsung proses pemvisaan di Ruang Serbaguna Kantor Kemenhaj RI di Jakarta, Kamis (26/2/2026) kepada HIMPUHNEWS.
85 Personel Bekerja Nonstop
Ian menjelaskan, proses pemvisaan melibatkan 85 personel yang bekerja intensif sepanjang hari. Meski berjalan sesuai jalur, sejumlah kendala teknis masih dihadapi, terutama terkait konektivitas sistem dengan otoritas Arab Saudi serta sinkronisasi pemaketan layanan jemaah.
“Tantangan utamanya adalah konektivitas teknis dengan Saudi dan sinkronisasi pemaketan layanan. Ini krusial untuk memastikan kepastian akomodasi dan layanan jemaah selama di sana,” jelasnya.
Selain persoalan teknis, Kemenhaj juga mencermati adanya permintaan mutasi atau perpindahan kloter dari sebagian jemaah. Namun, proses tersebut kini dibatasi guna menjaga komposisi kelompok terbang (kloter) yang telah tersusun.
Optimistis Rampung Awal Maret
Kemenhaj menargetkan seluruh proses pemvisaan dapat diselesaikan pada awal Maret, atau paling lambat satu minggu sebelum Idulfitri. Target tersebut dinilai realistis apabila proses pemaketan layanan di Arab Saudi dapat dipercepat.
“Sesuai timeline, kami berharap awal Maret semua sudah clean. Bahkan jika proses pemaketan layanan di Saudi berjalan cepat, kami optimistis bisa tuntas di akhir Februari ini,” tegas Ian.
Ia menambahkan, berjalannya proses pemvisaan di bulan Ramadan justru menjadi penyemangat tambahan bagi tim. Suasana ibadah dinilai memberi energi positif untuk menuntaskan pekerjaan tepat waktu.
“Tim visa tetap semangat. Biasanya setelah Qiyamul Lail, mereka langsung melanjutkan pekerjaan hingga sahur. Saya ikut mendampingi untuk memastikan semua berjalan lancar,” pungkasnya. (himpuh).


