Google search engine
HomeEkbisPLN Nusantara Power Garap PLTS Terapung Karangkates

PLN Nusantara Power Garap PLTS Terapung Karangkates

SURABAYA-kanalsembilan.com (11 Maret 2026)

Upaya percepatan transisi energi di Indonesia terus diperkuat melalui pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan. Salah satunya dilakukan oleh PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables dengan membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Proyek ini dirancang memiliki kapasitas 100 MWac atau setara 133 MWp dan dikembangkan oleh perusahaan patungan PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). Pembangunan PLTS terapung tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memanfaatkan potensi waduk secara optimal sekaligus memperkuat bauran energi bersih nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara PowerRuly Firmansyah, dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026) menyampaikan, bahwa pengembangan proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan energi nasional yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, PLTS Terapung Karangkates tidak hanya menghadirkan pembangkit listrik baru, tetapi juga menjadi contoh pemanfaatan aset negara secara produktif dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Proyek ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN Nusantara Power Group untuk memperluas portofolio energi baru terbarukan sekaligus mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih hijau dan efisien,” ujarnya.

Pengembangan proyek ini telah melalui sejumlah tahapan penting sejak proses perencanaan dan studi kelayakan pada 2021 hingga 2022. Salah satu perkembangan terbaru ditandai dengan pelaksanaan soft launching proyek pada 10 Februari 2026 yang menandai dimulainya fase konstruksi.

Sejumlah dokumen perizinan utama seperti KKPR PV Plant, AMDAL, serta KKPR SF telah diselesaikan. Sementara beberapa perizinan lanjutan, termasuk PPKH PV Plant SF, IPSDA, dan sebagian dokumen LUA/RAUA masih dalam proses dengan target penyelesaian pada Maret 2026. Penataan keramba jaring apung di area waduk juga telah rampung pada akhir Januari 2026.

Dari sisi teknis, proses persetujuan desain masih berlangsung, sementara tahap pengadaan material juga terus berjalan. Material floater untuk kapasitas awal 5 MW telah tiba di lokasi proyek, diikuti proses fabrikasi modul panel surya, inverter, dan komponen pendukung lainnya.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara RenewablesNdaru Tri Hatmoko, menjelaskan bahwa PLTS terapung ini diharapkan memberi manfaat luas tidak hanya bagi sistem kelistrikan, tetapi juga masyarakat sekitar. Ia menyebut, pembangkit tersebut berpotensi memasok listrik bersih bagi sekitar 100 ribu rumah tangga sekaligus mengurangi emisi karbon hingga sekitar 181.700 ton CO₂ per tahun.

Selain itu, pembangunan proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 600 lapangan kerja baru, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat lokal, serta meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata di Kabupaten Malang.

Area waduk yang dimanfaatkan untuk pembangunan PLTS terapung ini mencapai sekitar 71 hektare atau sekitar 5,3 persen dari total luas Waduk Karangkates.(za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments