Google search engine
HomeUncategorizedBPS Jatim Kerahkan 41.538 Petugas Sensus Ekonomi 2026

BPS Jatim Kerahkan 41.538 Petugas Sensus Ekonomi 2026

SURABAYA-kanalsembilan.com (21 Mei 2026)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh wilayah Jawa Timur mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (21/5).

Khofifah menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan agenda nasional penting yang hanya dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.

“BPS akan menyelenggarakan Sensus Ekonomi yang merupakan sensus kelima setelah Indonesia merdeka. Ini sangat penting karena menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan ke depan,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus tahun ini dilakukan dengan dua metode, yakni pendataan secara daring (online) dan kunjungan langsung atau door-to-door.

Sementara itu, Herum Fajarwati mengatakan sebelum pelaksanaan lapangan dimulai, BPS terlebih dahulu akan mengirimkan kuesioner melalui email kepada perusahaan-perusahaan besar.

“Metode door-to-door akan dilakukan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kami bersilaturahmi sekaligus memohon dukungan Ibu Gubernur agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur berjalan sukses,” katanya.

Menurut Herum, sensus ekonomi kali ini akan menghasilkan data yang lebih komprehensif karena mencakup seluruh aktivitas ekonomi, mulai sektor pertanian hingga jasa. Sebanyak 17 sektor dalam penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akan dicatat dalam sensus tersebut.

Tak hanya itu, sensus juga akan memotret kondisi sosial ekonomi keluarga sebagai basis pembaruan data nasional.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, BPS Jawa Timur menyiapkan 41.538 petugas sensus yang direkrut dari daerah masing-masing.

“Petugas kami berasal dari wilayah setempat, sehingga untuk daerah terpencil sekalipun insya Allah tidak akan mengalami kendala berarti,” jelas Herum.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dibandingkan sensus sebelumnya pada 2016. Jika sebelumnya hanya mencakup sektor nonpertanian, kini sektor pertanian turut dimasukkan karena hasil sensus akan menjadi dasar baru penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) dan PDRB.

Selain itu, metode pengumpulan data kini dilakukan secara digital. Petugas sensus dibekali perangkat Android untuk mempercepat proses input data langsung ke server BPS.

“Dengan sistem digital, pengolahan data akan lebih cepat dan akurat,” terangnya.
Untuk menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat, seluruh petugas sensus akan dilengkapi rompi khusus, kartu identitas resmi, serta barcode verifikasi.

“Barcode pada ID Card dapat dipindai untuk memastikan bahwa petugas tersebut resmi dari BPS. Jika tidak ada barcode, masyarakat patut mempertanyakannya,” pungkas Herum. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments