Di pagi yang masih suci,
Sambal trancam ia bangkit di cobek batu.
Trasi, cabe, tomat berpeluk dalam aroma,
Diulek bukan sekadar rasa, tapi doa yang menjelma.
Tempe dan ikan asin datang sebagai guru,
Mengajarkan lidah tentang asinnya hidup,
Tentang getir yang harus diterima utuh.
Telor setengah matang: sabar yang pecah di mulut,
Hangatnya serupa restu dari leluhur.
Mentimun kau hadirkan,
Untuk mendinginkan bara di dada,
Menjadi embun bagi emosi yang meradang.
Kau bisikkan padanya: tenanglah, jiwa.
Kacang panjang penanda hari yang masih panjang.
Seutas tali yang menjulur ke langit,
Resonansi energi semesta yang memeluk usia..
Mengajarkan bahwa rezeki tak pernah putus,
Selama tangan masih mau mengulek syukur.
Komposisi ini bukan hanya santapan,
Ini sajen kecilku pada Tuhan,
Di atas cobek, kuaduk ikhlas dan pasrah.
Biar semesta tahu: aku selaras, dengan jalan yang Kau tunjuk, dengan hidup yang Kau hidangkan.
#SalamLeeparoan


