Google search engine
HomeNasionalGuru Besar ITS Optimalkan Sistem Komunikasi Multimedia Berkelanjutan

Guru Besar ITS Optimalkan Sistem Komunikasi Multimedia Berkelanjutan

Reporter: Mohammad Fariz Irwansyah

Surabaya, 6 Juli 2026

Berkembangnya sistem komunikasi yang pesat meningkatkan pula kebutuhan layanan komunikasi yang cepat, aman, dan andal. Menanggapi tuntutan tersebut, Guru Besar ke-246 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Suwadi MT mengembangkan metode yang mampu mengoptimalkan kapasitas data, proteksi citra digital secara adaptif, dan keamanan lapisan fisik.

Profesor dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS tersebut menjelaskan bahwa sistem komunikasi multimedia menjadi salah satu kebutuhan utama di era globalisasi saat ini. Sistem tersebut melibatkan berbagai jenis data berukuran besar, mulai dari teks, audio, gambar, hingga video. Selain itu, seiring meningkatnya volume data untuk kebutuhan digital, maka teknik kompresi, sinkronisasi, serta protokol khusus tetap diperlukan agar dapat menjaga kualitas layanan sistem ini.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tiga bidang ilmu diintegrasikan untuk mengatasi kompleksitas data yang dinamis, yakni konten informasi multimedia, teknologi transmisi, dan pengembangan sistem. Integrasi tersebut menghasilkan inovasi dengan tiga kemampuan, yaitu kompresi cerdas, proteksi konten, dan kriptografi fisik. “Inovasi ini akan membangun sistem komunikasi multimedia yang efisien, aman, dan tangguh,” tutur lelaki asal Gresik tersebut.
Lebih detailnya, kompresi cerdas sebagai inovasi awal digunakan untuk efisiensi bandwidth atau kapasitas maksimal suatu jalur komunikasi dalam mentransfer data. Inovasi ini mampu mengurangi lonjakan pengiriman data multimedia massal yang kerap membebani kapasitas jaringan. Bukan hanya itu, pendekatan ini juga dapat memadatkan ukuran data secara signifikan tanpa menurunkan kualitas informasi penting di dalamnya.

Selanjutnya, proteksi konten digunakan untuk menjaga integritas informasi. Inovasi ini mampu menjaga keaslian data dan dokumen digital sebagai aset krusial yang rentan terhadap manipulasi serta pemalsuan di ruang siber. “Dengan sistem penyandian dan penandaan digital yang canggih, metode ini hadir sebagai pelindung hak cipta dan validitas informasi publik,” jelas alumnus magister Teknik Elektro ITB tersebut.

Lebih lanjut, menurut Suwadi, kriptografi fisik digunakan sebagai proteksi mutakhir ketika menemui titik balik dalam menghadapi serangan siber tingkat tinggi. Inovasi ini memanfaatkan karakteristik unik dari perangkat keras untuk menciptakan kunci enkripsi yang mustahil digandakan atau diretas. Penerapan kriptografi fisik ini memberikan lapisan keamanan absolut pada sistem komunikasi multimedia serta memastikan seluruh infrastruktur terlindungi dari ancaman siber berskala besar.
Selain itu, ketiga inovasi terintegrasi ini memiliki beberapa manfaat dari berbagai sektor, khususnya sektor pemerintahan. Manfaat dari sektor tersebut ialah kegunaan untuk mengubah transisi birokrasi konvensional menuju era Smart Government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Bukan hanya itu, dampak yang dihasilkan akan memberikan jaminan keamanan dan integritas data negara serta mewujudkan konektivitas multimedia yang merata hingga pelosok daerah.
Melalui inovasi ini, penelitian yang dilakukan perlu konsistensi dalam berkolaborasi dengan lintas jurusan, mulai dari industri, pemerintah, hingga perguruan tinggi yang lain. Hal ini memberikan kesempatan bahwa sistem komunikasi perlu dikembangkan bukan hanya dari perangkat keras dan lunak, kebijakan penerapan saja, melainkan juga pengembangan keilmuannya. “Potensi sistem komunikasi untuk lebih aman masih terbuka lebar, sehingga diperlukan penelitian lebih intens secara berkelanjutan,” tegas Kepala Kantor Audit Internal (KAI) ITS tersebut.
Tekad Suwadi ini sejalan dengan asa ITS dalam mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Perwujudan SDGs pada penelitian yang dilakukannya merujuk pada poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui kerangka penelitian ini diharapkan terus mendukung pembangunan infrastruktur digital di era pesatnya informasi dan komunikasi. (HUMAS ITS)

Reporter: Mohammad Fariz Irwansyah

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments