‘Sarapan Pagi’
Pilihlah lelaki yang bukan hanya baik di depanmu, tetapi juga berani berdiri di sampingmu.
Karena setelah akad, seorang istri mungkin masih memiliki banyak tempat untuk bercerita, tetapi tempat paling aman untuk bersandar tetaplah suaminya.
Bukan tentang kaya atau miskin, melainkan tentang tanggung jawab. Saat istri disakiti, ia membela. Saat istri salah, ia membimbing. Saat ujian datang, ia tidak meninggalkan, tetapi tetap menemani.
Firman Allah,
اَلرِّجَا لُ قَوَّا مُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَا لِهِمْ ۗ فَا لصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗ وَا لّٰتِيْ تَخَا فُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَا جِعِ وَا ضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِ نْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيًّا كَبِيْر
“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar.”
(QS An-Nisa’ 4: 34)
Menjadi pemimpin bukan berarti berkuasa, tetapi siap menjaga dan bertanggung jawab.
Istri tidak mencari suami yang sempurna, tetapi suami yang selalu hadir, melindungi, dan tetap berdiri di sisi-Nya dalam keadaan apa pun.
Semoga bermanfaat
#suamiistri #rumahtangga


