Google search engine
HomeTausiyahPakaian bagi Jiwa

Pakaian bagi Jiwa

‘Sarapan Pagi’

Dalam indahnya pernikahan, Allah mengabadikan suami dan istri sebagai ‘pakaian’ bagi satu sama lain.

 ۗ هُنَّ لِبَا سٌ لَّـكُمْ وَاَ نْـتُمْ لِبَا سٌ لَّهُنَّ ۗ 

“… Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka…”
(QS Al-Baqarah 2: 187)

Pakaian tidak hanya memperindah rupa, tetapi ia memiliki esensi yang lebih mulia: menutupi kekurangan, menjaga kehormatan diri, serta melindungi dari dingin dan teriknya cuaca kehidupan yang tidak menentu.

Begitu pula dengan dirimu. Jika suatu saat kamu melihat aib atau kelemahan pada pasanganmu, bukankah tugas utama sehelai ‘pakaian’ adalah menutupi, bukan menyingkapnya?

Jika kamu melihat ia lelah menghadapi beratnya dunia, bukankah tugas ‘pakaian’ adalah memberikan kehangatan dan ketenangan (sakinah)?

Jangan pernah biarkan lisanmu menelanjangi kekurangannya di hadapan orang lain, dan jangan biarkan hatimu membukakan celah sedikit pun bagi ego serta bisikan setan untuk merusak rasa hormat kalian.

Pernikahan yang penuh keberkahan bukanlah tentang siapa yang paling sempurna, melainkan ketika kalian saling menjadi tempat paling aman untuk pulang—sebuah tempat teduh yang tidak ada penghakiman yang menyakitkan, melainkan penuh dengan penerimaan yang tulus dan untaian doa yang dilangitkan dalam sujud malam.

Barakallahu fiikum

#pakaianbagijiwa #suamiistri #rumahtangga #catatanhati

(gwa-kb-dewan-da’wah-jatim).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments