Google search engine
HomeEkbisFundamental Kokoh, Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga...

Fundamental Kokoh, Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

JAKARTA-kanalsembilan.com (31 Agustus 2026)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus membuktikan resiliensi
dan kepemimpinannya di industri jalan tol nasional dengan mencatatkan pertumbuhan
kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang Semester I 2026.

Pada paruh pertama tahun ini, Perseroan berhasil membukukan Pendapatan Usaha
sebesar Rp10,3 triliun, tumbuh sebesar 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.

Pendapatan Usaha Perseroan ini didorong oleh kontribusi Pendapatan Tol
sebesar Rp9,5 triliun (naik 6,8%) dan kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp798,2
miliar (melonjak 17,6%) dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan optimalisasi operasional yang terukur
berhasil mendorong EBITDA Perseroan mencapai Rp7,0 triliun, meningkat 8,1%
dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang tetap terjaga di
level 67,8%.

Capaian EBITDA ini memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan
arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial, sekaligus mendukung agenda
investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada profitabilitas Perseroan, dengan realisasi Laba
Bersih yang diatribusi kepada pemilik entitas Induk sebesar Rp1,9 triliun atau tumbuh
2,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa pencapaian
pada Semester I 2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan
kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat
fundamental bisnis secara berkelanjutan.

Pencapaian Semester I 2026 merupakan komitmen Perseroan dalam menjaga
kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan
layanan kepada masyarakat.

Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang
sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar
layanan, digitalisasi sistem management lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh
koridor tol.

“Kepuasan dan keselamatan pengguna jalan adalah motor penggerak
pertumbuhan volume lalu lintas yang berujung pada penciptaan nilai jangka panjang bagi
Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan.

Sepanjang Semester I 2026, total volume transaksi tercatat sebesar 647,5 juta
kendaraan, meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan
realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 3.58 juta kendaraan per hari.

Peningkatan volume transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan tol

Perseroan sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan mobilitas pada jaringan jalan tol
yang dikelola Jasa Marga.

Guna menopang tren peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga terus memperkuat
perannya sebagai market leader jalan tol di Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, dari total
konsesi sepanjang 1.736 KM yang dimiliki, Perseroan telah mengoperasikan 1.294 KM
jalan tol yang setara dengan 42% dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di
Indonesia.

Penguatan jaringan ini terus dilanjutkan melalui percepatan pembangunan di sejumlah
ruas baru, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban,
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, dan Jalan Tol
Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi.

Pengembangan proyek-proyek tersebut diarahkan
untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menghubungkan simpul-simpul logistik,
kawasan industri, dan destinasi wisata guna membangkitkan lalu lintas baru (traffic
generation) sekaligus meningkatkan kelancaran rantai pasok nasional.

“Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian
dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas
antarruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong
pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani,” jelas Rivan.

Seiring dengan perluasan konektivitas fisik tersebut, Jasa Marga mengimbangi
langkahnya dengan melakukan transformasi menyeluruh pada standar layanan
pengguna.

“Kami menggeser paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur (infra as
structure) menjadi pembangun budaya perjalanan yang berkesan (infra as culture),” ujar Rivan.

Dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik, yaitu melalui penguatan
layanan preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey),
peningkatan layanan rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan
pengguna selama perjalanan (support the journey), serta penguatan layanan informasi
yang memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses (inform
the journey),”

Pada layanan preservasi, penguatan ekosistem pemeliharaan berbasis teknologi presisi
tinggi, seperti armada inspeksi Hawkeye dan sistem pemantauan serta pelaporan digital
TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System).

Sistem ini
memungkinkan identifikasi kondisi perkerasan jalan secara dini sehingga penanganan
dan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat, terstandar, dan minim gangguan
terhadap kenyamanan berkendara.

Pada layanan rest area, Jasa Marga mengembangkan sejumlah showcase rest area
melalui penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU
untuk mendukung transisi electric vehicle (EV), serta penerapan pengelolaan sampah
terpadu (waste management) dan green corridor untuk mentransformasi rest area dari
transit area menjadi destination area yang modern, humanis, dan nyaman sekaligus
memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.

Sementara itu, dalam hal penguatan ekosistem informasi & integrasi digital (Inform the
Journey), Jasa Marga mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center sebagai
pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time.

Ekosistem informasi ini
langsung terhubung dengan gawai pengguna melalui Aplikasi Travoy dan siaran Travoy
FM, serta papan Dynamic Message Sign (DMS) di sepanjang lintasan, mendukung
pengguna jalan dalam memperoleh estimasi waktu tempuh, informasi rute alternatif,
hingga akses terhadap bantuan darurat jalan tol secara lebih cepat dan tepat.

Seluruh penguatan ekosistem dan operasional Perseroan dilaksanakan secara
bertanggung jawab dengan berlandaskan pada prinsip Environmental, Social, and
Governance (ESG).

Berbagai inisiatif terus dijalankan, antara lain melalui pengembangan
Green Toll Road Indonesia, peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui penambahan SPKLU, pengelolaan
sampah terpadu, penanaman pohon di koridor jalan tol, pemberdayaan UMK, hingga
pelaksanaan berbagai program Creating Shared Value bagi masyarakat di sekitar wilayah
operasional Jasa Marga Group.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, Perseroan melihat momentum pertumbuhan positif
masih memiliki ruang untuk terus berkembang seiring dengan membaiknya konektivitas
dan geliat aktivitas ekonomi nasional.

Pencapaian solid di Semester I menjadi pijakan
kokoh bagi Perseroan untuk melangkah lebih jauh. Kami tidak hanya berkomitmen
memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi pemegang saham, tetapi juga
berdedikasi menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi
seluruh pengguna jalan,” tutup Rivan.

Dengan pengalaman dan skala jaringan yang dimiliki, Perseroan
akan terus berinovasi, menjaga tata kelola yang bertanggung jawab, serta menghadirkan
nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan
setia kami di setiap kilometer perjalanan,” (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments