Google search engine
HomeUncategorizedDiantara Cinta Pertama dan Cinta Sejati

Diantara Cinta Pertama dan Cinta Sejati

Ada perasaan yang datang pada masa ketika jiwa kita masih belajar mengenal dirinya sendiri. Ia meninggalkan kenangan, membentuk cara kita memandang kehilangan, dan diam-diam mengajarkan bahwa tidak semua yang pernah membuat kita bahagia ditakdirkan untuk tinggal selamanya. Sebagian hadir hanya untuk membuka pintu menuju kedewasaan.

Manusia sering mengira bahwa kehilangan berarti akhir dari segala kemungkinan. Padahal, terkadang kehilangan justru merupakan cara kehidupan mengosongkan ruang agar sesuatu yang lebih matang dapat tumbuh. Kita perlu memahami bahwa masa lalu tidak selalu harus dilupakan; ia cukup ditempatkan pada tempat yang semestinya. Kenangan boleh tinggal, tetapi jangan biarkan ia menjadi rumah bagi hati yang seharusnya terus berjalan.

Seiring waktu, kita belajar bahwa kedalaman perasaan bukan hanya tentang seberapa kuat seseorang membuat kita berdebar, melainkan tentang seberapa jauh kehadirannya membawa kita mengenal ketenangan, kesetiaan, dan diri sendiri. Ada hubungan yang mengajarkan kegembiraan, ada pula yang mengajarkan luka. Keduanya memiliki peran dalam membentuk manusia yang lebih sadar.

Barangkali kedewasaan adalah ketika kita mampu menghormati apa yang pernah terjadi tanpa harus kembali kepadanya. Kita tidak perlu memusuhi masa lalu untuk mencintai masa depan. Cukup menerimanya sebagai bagian dari perjalanan, lalu melangkah dengan hati yang lebih lapang menuju seseorang atau sesuatu yang benar-benar mampu membuat jiwa merasa pulang.

#seduhsufi

(gwa-swhs-ayat)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Hikmah Shalat Manghrib

Do’a Menjelang Maghrib

Recent Comments