Google search engine
HomeUncategorizedWujudkan Desa Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Juarai Mandaya Awards

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Juarai Mandaya Awards

Reporter: Dinda Fithriyyah
Redaktur: Zainuddin Qodir

SURABAYA-kanalsembilan.com (4 November 2026)

Komitmen mewujudkan desa berdaya lewat pemanfaatan teknologi sirkular mengantarkan
mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berjaya di tingkat nasional.

Delegasi ITS sukses menyabet Juara 2 Innovilleague pada ajang Mandaya Awards 2026 yang
diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik
Indonesia (Kemenko PM RI) di Jakarta, beberapa hari lalu.

Capaian manis ini diraih oleh Tim Estafet Sosial, sekelompok mahasiswa lintas departemen
ITS yang digawangi Riva Rizkiana Ramadhani dari Departemen Teknik Fisika dan Hilmy
Alfadel Nurindaputra dari Departemen Teknik Mesin Industri.

Lewat gagasan program
bertajuk Smart Circular Village: Integrated Waste Management System, tim ITS ini
memadukan energi surya, pengolahan limbah, dan perikanan modern untuk merevitalisasi
kawasan pesisir.

Gagasan tersebut berawal dari keprihatinan atas kondisi Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo
yang kehilangan sebagian besar tambak akibat banjir rob. Warga setempat juga dibebani oleh
limbah sisa makanan yang mengotori aliran sungai tambak.

Padahal, Tempat Pengelolaan
Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) desa kala itu hanya bertumpu pada segelintir
petugas yang berupah minim.

Menanggapi persoalan tersebut, Hilmy dan rekannya merumuskan inovasi ekonomi sirkular
yang mengintegrasikan pengolahan limbah, budidaya akuatik, dan UMKM. Sampah organik
diurai alami memakai larva maggot sebagai pakan ikan alternatif.

Rantai sirkular ini turut
didukung pengering bertenaga surya serta tambak cerdas berbasis Internet of Things (IoT)
guna mendongkrak efisiensi desa.

Pada sektor limbah, tim memasang sistem modular Magobox Tower Lite di TPS3R untuk
biokonversi sampah memanfaatkan larva lalat tentara hitam. Guna mempercepat pascapanen,
tim mengintegrasikan alat pengering putar (rotary dryer) berbasis energi surya dan biogas.

“Fasilitas maggot menjadi kunci pengurai sampah bulanan desa sekaligus penghasil pakan
bernutrisi tinggi,” terang Hilmy.

Mahasiswa semester 7 ini menambahkan, hasil panen maggot dialirkan sebagai pakan kolam
bioflok cerdas dan budikdamber (budidaya ikan dalam ember).

Kolam terpal bundar ini
terintegrasi platform digital pemantau mutu air berbasis sensor IoT dan kecerdasan buatan.
Langkah ini terbukti menekan mortalitas ikan nila sekaligus menghemat biaya pelet
komersial.

Dukungan usaha warga diperkuat melalui mekanisasi UMKM Olahan Ikan (Olikan) yang
memproduksi kerupuk dari limbah sisik ikan bandeng. Tim memasang Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) Atap Off-Grid guna menyuplai daya mesin pengaduk dan pemotong.

“Kami memasang panel surya agar produksi kerupuk sisik bandeng terus beroperasi hemat
energi tanpa membebani biaya warga,” imbuh pemuda asal Jombang ini.

Bukan sekadar mengimplementasikan teknologi, tim ini juga memposisikan diri sebagai
pembangun ekosistem yang mendampingi warga dari perencanaan awal hingga mandiri.

Dibawah arahan Riva sebagai Project Leader dan Hilmy selaku Technical Project Manager,
kolaborasi sosial ini merangkul puluhan mahasiswa serta Karang Taruna hingga memberi
manfaat langsung bagi 97 lebih warga pesisir.

“Kunci keberhasilan pemberdayaan terletak
pada keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai penggerak utama,” tegas Hilmy.

Perputaran sistem desa mandiri ini terbukti menghemat pengeluaran sekaligus mendongkrak
pemasukan tambahan warga hingga puluhan juta rupiah per tahun.

Langkah nyata ini turut
mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya poin 7 tentang
Energi Bersih dan Terjangkau serta poin 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab.

“Bagi kami, mahasiswa adalah agen perubahan yang bermoral untuk mengabdi dan
membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Hilmy optimistis. (dinda).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments