Google search engine
HomeTausiyahAndaikan Aku Menjadi Hape

Andaikan Aku Menjadi Hape

RENUNGAN MALAM

“Andaikan aku menjadi hape yang suka dilihat, diperhatikan, dan disentuh olehnya.”

Mungkin ada yang berandai seperti itu ketika seorang isteri, suami, anak atau siapa pun merasakan tidak diperhatikan, dicuekin oleh orang yang dicintai dan ia harapkan perhatiannya. Namun orang yang kita harapkan perhatiannya tersebut malah asyik berlama-lama memperhatikan hapenya.

Kecewa karena tidak diperhatikan, nelangsa karena kesepian adalah “penyakit” hati yang semakin melanda banyak manusia saat ini, terutama di kota-kota besar.

Dan jika tidak menemukan solusinya, sebagian mereka kemudian terjatuh pada lingkungan yang buruk, stres, depresi, bahkan bunuh diri.

Manusia semakin asing dengan manusia lainnya.
Gaya hidup egoisme dan induvidualisme meningkat, sehingga banyak orang yang kesepian, walau di tempat yang ramai.

Tugas kita adalah memberi perhatian, sentuhan empati kepada orang-orang terdekat kita agar mereka mendapatkan perhatian dan tak kesepian.

Tugas inilah yang dilakukan Rasul tercinta, “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman”
(Qs. 9 ayat 128).

Tugas dari orang yang membutuhkan perhatian adalah menjadi KUAT tanpa perhatian manusia, terutama orang terdekat yang dicintainya.

Sebab perhatian manusia adalah fana dan tak memuaskan dahaga.
Pasti suatu ketika ada kurangnya dan kecewanya.

Palingkan perhatianmu kepada Robb semesta alam, Allah SWT. Karena darinya engkau akan merasa cukup dan puas terhadap fitrah untuk diperhatikan itu.

Jadilah orang yang IHSAN, seperti yang Rasulullah saw sampaikan.
“Ihsan adalah engkau melihat Allah, namun jika engkau tak dapat melihat Allah, maka yakinlah bahwa Allah melihatmu (memperhatikanmu).”

Apalagi jika ditambah dengan banyak ibadah, doa dan tilawah al Qur’an, sehingga perhatian Allah semakin bertambah-tambah kepadamu. Sehingga tak lagi berandai-andai: “Andaikan aku menjadi hape yang suka dilihat, diperhatikan, dan disentuh olehnya.”

“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang.
Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya.
Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami,
“Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”

Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah.
Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, sabar, ikhlas, bersyukur serta istiqomah dalam ketaatan
Aamiin Ya Rabbal Alamin
🙏🙏🙏

**
✍️ Insya Allah kami rutin berbagi tulisan hikmah dan inspiratif di grup, untuk bergabung silahkan klik 👇

https://chat.whatsapp.com/6KIFvgTpFLNJdWM6tV7IJ5

↪️ Jika bermanfaat, bantu share ya 😊🙏

(gwa-swhs-ayat).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments