Siraman Qalbu
Ahad 9 Februari 205 / 10 Sya’ban 1446 H.
Oleh : Ustadz Hikmat Murabbi
Kewajiban kita terhadap Al-Qur’an
* Membacanya dengan penuh penghayatan
* Mempelajari dan mengkaji maknanya sehingga mengerti walupun satu ayat saja
* Menghafalkannya sesuai dengan kemampuan
* Mentadabburi nya
* Mengamalkan dan bisa mengaflikaiskan dalam kehidupan sehari-hari
* Mensyiarkannya.
Bagi orang yang berpaling darinya Al-Qur’an maka akan memikul dosa besar.
Allah ta’ala berfirman,
مَّنۡ أَعۡرَضَ عَنۡهُ فَإِنَّهُۥ يَحۡمِلُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وِزۡرًا
Artinya:
Barang siapa berpaling dari pada Al-Quran , maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,
(QS. Ţāhā 20:100)
Kekal dalam keadaan itu pada hari kiamat
Allah ta’ala berfirman,
خَٰلِدِينَ فِيهِ ۖ وَسَآءَ لَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ حِمۡلٗا
Artinya:
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,
(QS. Ţāhā 20:101)
Bahkan meraka akan dibangkitkan dalam keadaan buta karena berbaling dari peringatan ( Al-Qur’an )
Allah ta’ala berfirman,
وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ
Artinya:
Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
(QS. Ţāhā 20:124)
[Allah ta’ala berfirman,
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِيٓ أَعۡمَىٰ وَقَدۡ كُنتُ بَصِيرٗا
Artinya:
Berkatalah ia, “Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”
(QS. Ţāhā 20:125)
Maka Allah menjawab memalui firman-Nya.
Tafsir Ţāhā 20:126
Allah ta’ala berfirman,
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتۡكَ ءَايَٰتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمَ تُنسَىٰ
Artinya:
Allah berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan”.
Tafsir Al-Muyassar:
Allah menjawab kepadanya: Aku menghimpunmu dalam keadaan buta; karena telah datang kepadamu ayat-ayat Kami yang terang, lalu kamu berpaling darinya dan tidak mengimaninya. Sebagaimana kamu telah meninggalkannya sewaktu di dunia, maka demikian pula pada hari ini kamu ditinggalkan di neraka.
Penulis,
(gwa-da’wah-II).


