SURABAYA-kanalsembilan.com (17 Nopember 2025)
Suasana hangat sekaligus meriah terasa di XXI Tunjungan Plaza 3, saat dua aktor muda dalam film “Dopamin”, Angga Yunanda dan Ardi Mashadi, menyapa langsung para penonton dalam sesi meet & greet dan nonton bareng.
Kehadiran keduanya menjadi magnet tersendiri bagi ratusan pecinta film di Kota Surabaya yang ingin mengetahui lebih dekat proses kreatif di balik salah satu film yang kini ramai diperbincangkan.
“Dopamin”, film drama-thriller yang baru dirilis di bioskop tanah air, mengangkat kisah pasangan muda yang dihadapkan pada dilema besar: mempertahankan kejujuran atau memanfaatkan kesempatan saat menemukan koper berisi uang miliaran rupiah di tengah kesulitan hidup. Konflik moral itulah yang membungkus film ini dengan ketegangan, namun tetap terasa dekat dengan kenyataan banyak pasangan muda.
Mengenakan gaya kasual, Angga Yunanda tampil energik saat menyapa penggemar. Ia bercerita tentang proses syuting yang penuh dinamika, terutama dalam membangun intensitas emosi karakter.
“Senang bisa ketemu teman-teman Surabaya langsung. Dopamin adalah film yang dekat dengan realita banyak pasangan muda. Harapannya, kalian bisa ikut merasakan emosinya,” tuturnya.
Ardi Mashadi, yang juga berperan penting dalam membentuk tensi cerita, mengungkapkan bahwa film ini tidak hanya menjual drama dan ketegangan, tetapi juga mempertanyakan bagaimana manusia mengambil keputusan dalam tekanan hidup.
“Buat kami, ‘Dopamin’ adalah ruang untuk mengeksplorasi pilihan-pilihan sulit yang sering tidak terlihat dari luar,” kata Ardi.
Sesi meet & greet berlangsung interaktif. Penonton diberi kesempatan bertanya langsung, mulai dari bagaimana chemistry antarpemeran dibangun—terutama antara Angga dan Shenina Cinnamon yang merupakan pasangan di dunia nyata—hingga pengalaman syuting adegan menantang dan pesan moral yang ingin disampaikan film ini.
Sebelum acara berakhir, Angga kembali menyampaikan apresiasi kepada para penggemar.
“Terima kasih Surabaya! Energi kalian luar biasa. Semoga Dopamin bisa jadi refleksi dan hiburan buat semuanya,” ujarnya.
Ardi menambahkan harapannya agar film ini dapat membuka ruang dialog mengenai tekanan hidup, kompromi, dan realitas yang dihadapi banyak pasangan muda saat ini.
Dengan antusiasme penonton yang tinggi, Surabaya menjadi salah satu kota yang ikut menghidupkan perjalanan “Dopamin” di layar lebar—sebuah film yang tak hanya memicu adrenalin, tetapi juga mengajak penontonnya merenungi pilihan-pilihan dalam hidup. (za).


