Aisyah Radhiyallahu ‘Anha meriwayatkan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari akhir Ramadhan hingga wafatnya.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)
– I’tikaf 10 hari akhir Ramadhan dapat dimulai sebelum maghrib pada hari ke 20 Ramadhan.
– Bagi yang tidak memungkinkan 10 hari berturut-turut, dapat memilih malam-malam ganjil: malam ke-21, 23, 25 dst.
– Di antara hikmah i’tikaf pada 10 hari akhir Ramadhan adalah untuk mendapatkan malam lailatul qadar.
✏️ Ustaz Dr. Muhammad Irsan hafizhahullah
■ Channel WA: https://chat.whatsapp.com/KURMgKXMkyuFBtRhNhUach
(gwa-112-sehat-islam).


