SURABAYA-kanalsembilan.com (1/6/2025)
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat dukungannya terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Salah satu wujud nyatanya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 800 juta dalam ajang Kampoeng Kreasi 2025, yang digelar di Royal Plaza Surabaya.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Direktur Kepatuhan Bank Jatim, Umi Rodiyah, kepada dua nasabah terpilih. Umi menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif, khususnya di pedesaan.
“Kami membiayai sektor-sektor potensial yang mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Kredit ini kami salurkan untuk mempercepat dan memperluas akses permodalan UMKM,” ujar Umi dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).
Bank Jatim juga tak hanya memberikan pembiayaan, tetapi turut melakukan pendampingan dan edukasi keuangan agar UMKM mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Sepanjang 2024, Bank Jatim mencatat pertumbuhan kredit sebesar 16,98% (YoY), jauh di atas rata-rata nasional sebesar 10,39%.
Total kredit produktif yang disalurkan mencapai Rp 29,65 triliun, naik 25,88% (YoY), dengan sektor mikro tumbuh 23,34%, ritel dan menengah naik 68%, dan korporasi 1,28%. Penyaluran KUR hingga akhir 2024 mencapai Rp 5,61 triliun.
Selain itu, Bank Jatim juga mengembangkan platform digital “Jatim Kilat” guna mempermudah akses pembiayaan. Selama 2024, Jatim Kilat telah menyetujui kredit sebesar Rp 8,04 triliun, dengan Rp 1,21 triliun masih dalam proses.
“Kami ingin agar para pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya lebih besar lagi dan menciptakan lapangan kerja baru,” imbuh Umi.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menilai Kampoeng Kreasi sebagai ajang strategis bagi UMKM untuk memamerkan produk unggulan dan memperluas jaringan pasar. Ia menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas agar produk UMKM tetap kompetitif.
“UMKM jangan merasa kecil hati. Peluang pasar, baik di dalam maupun luar negeri, masih terbuka lebar,” tegasnya.
Khofifah juga menekankan bahwa pemberdayaan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh—meliputi pelatihan, pembiayaan, digitalisasi, hingga akses pasar. Ia mengapresiasi sinergi berbagai pihak, termasuk swasta, akademisi, dan komunitas kreatif dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui pendekatan pentahelix.
Pameran Kampoeng Kreasi 2025 sendiri diikuti oleh puluhan UMKM dari berbagai sektor seperti kuliner, fesyen, kriya, kosmetik herbal, hingga teknologi lokal terapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mendorong transformasi digital UMKM. (jnr).


