Google search engine
HomeUncategorizedBEI dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pendanaan Usaha Menengah Lewat Program RISE...

BEI dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pendanaan Usaha Menengah Lewat Program RISE TO IPO 2026

JAKARTA-kanalsembilan.com (22 Oktober 2026)

Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas akses pendanaan bagi pelaku usaha menengah melalui pasar modal. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program RISE TO IPO 2026 yang memberikan edukasi dan pendampingan kepada perusahaan dalam mempersiapkan diri menuju penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Mengusung tema Empowering Medium Enterprises to IPO, program ini dirancang untuk mengubah persepsi bahwa pasar modal hanya dapat diakses oleh perusahaan besar yang telah mapan. Melalui RISE TO IPO, perusahaan menengah diperkenalkan pada tahapan persiapan menuju perusahaan terbuka, termasuk penguatan tata kelola, pembenahan keuangan, serta penyusunan strategi bisnis jangka panjang.

Program RISE TO IPO 2026 telah digelar di tiga kota, yakni Surabaya pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan 50 perusahaan, Makassar pada 16 Juli 2026 dengan 45 perusahaan, serta Bandung pada 31 Agustus 2026 yang diikuti 58 perusahaan.

Dengan demikian, rangkaian kegiatan tersebut menjangkau total 153 perusahaan usaha menengah dari berbagai sektor di Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan, salah satu tantangan dalam memperkenalkan IPO kepada pelaku usaha menengah adalah anggapan bahwa pasar modal hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar yang sudah siap melantai di bursa.

Padahal, menurut dia, persiapan menuju IPO perlu dimulai jauh sebelum perusahaan memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi perusahaan tercatat.

“BEI tidak ingin hanya berinteraksi dengan perusahaan ketika seluruh persyaratan IPO telah terpenuhi. Sebaliknya, BEI ingin hadir sejak tahap awal untuk membantu perusahaan memahami berbagai aspek yang perlu dipersiapkan,” ujar Saidu.

Persiapan tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan, pembenahan struktur organisasi dan keuangan, pemahaman terhadap ekspektasi investor, hingga penyusunan peta jalan atau roadmap menuju perusahaan terbuka.

Melalui pendekatan tersebut, RISE TO IPO tidak hanya berfungsi sebagai program edukasi, tetapi juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengevaluasi kondisi bisnis, mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, dan merancang strategi pertumbuhan yang lebih terarah.

BEI berharap perusahaan yang mengikuti program ini dapat berkembang menjadi perusahaan yang lebih profesional, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Peserta Berpeluang Ikuti Pendampingan Intensif
Setelah mengikuti seminar dan coaching clinic, peserta berkesempatan memperoleh pendampingan lanjutan melalui intensive coaching clinic. Dalam tahap ini, perusahaan mendapatkan pendampingan eksklusif dari lembaga profesi penunjang pasar modal untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam pengembangan bisnis.

Perusahaan yang telah mengikuti RISE TO IPO dan menunjukkan tingkat kesiapan memadai juga berpeluang diarahkan mengikuti program IDX Incubator 2027, yang direncanakan kembali dibuka untuk umum pada awal 2027.

IDX Incubator merupakan program pendampingan intensif BEI untuk membantu perusahaan mempersiapkan IPO secara terstruktur dan berkesinambungan. Program ini menggabungkan pelatihan, pendampingan oleh mentor, serta penguatan jejaring dengan para pemangku kepentingan di ekosistem pasar modal.

Program IDX Incubator diberikan secara gratis atau pro bono kepada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan dan merencanakan IPO dalam tiga tahun ke depan melalui program Road to IPO.

Melalui program tersebut, perusahaan memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari para profesional pasar modal mengenai berbagai tahapan transformasi bisnis yang diperlukan sebelum menjadi perusahaan terbuka.

Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Listyorini Dian Pratiwi menegaskan bahwa IPO bukanlah proses yang dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan persiapan matang dan komitmen jangka panjang agar perusahaan mampu memenuhi tuntutan sebagai perusahaan publik.

“IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk menghimpun dana, tetapi proses transformasi bisnis menjadi institusi yang lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan,” kata Listyorini.

Menurut dia, program RISE TO IPO dan IDX Incubator menjadi bagian dari upaya BEI untuk membantu perusahaan membangun fondasi bisnis secara bertahap sebelum memutuskan melantai di bursa.

Dengan persiapan yang terstruktur, perusahaan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dari sisi tata kelola, struktur permodalan, serta strategi pengembangan usaha jangka panjang.

Melalui kolaborasi dengan Kementerian UMKM, BEI berharap semakin banyak perusahaan menengah Indonesia yang mampu naik kelas, memperkuat daya saing, dan menjadikan pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan jangka panjang. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments