Google search engine
HomeTausiyahBersedekah Kepada Seekor Kucing

Bersedekah Kepada Seekor Kucing

CERITA HARI INI

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

NUSANTARA CINTA RASUL

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞.

Syeikh ‘Abdul Hadi Badlah, Imam Masjid Jami’ur Ridwan Di Halab Syiria pernah bercerita⬇️:

Diawal pernikahanku, Allah telah menganugerahkan kepadaku anak yang pertama.

Tentu saja, kami sangat gembira dengan anugerah Allah tersebut karena memiliki anak termasuk salah satu harapan besar.

Akan tetapi, kebahagiaan itu tidak bertahan lama.
Allah سبحا نه و تعالى berkehendak menimpakan penyakit aneh kepada anakku yang masih bayi itu.

Berbagai ikhtiar pengobatan telah dilakukan.

Namun, pengobatan seakan tak berdaya untuk menyembuhkannya, keadaan Anakku semakin memburuk.

Tidak hanya keadaan sang anak yang semakin memburuk, keadaan kami pun menjadi buruk akibat kesedihan dan besarnya energi yang dikeluarkan untuk mengobati buah hati dan cahaya mata kami.

Ketika kondisi sang Anak kami sudah sangat mengkhawatirkan, ada seseorang yang menunjukkan kepada kami seorang dokter yang berpengalaman dan terkenal.

Maka aku pun segera pergi bersama anakku mendatangi dokter tersebut.

Saat tiba di tempat praktek dokter itu, demam anakku semakin tinggi.

Dokter itu pun berkata, “Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, kemungkinan besar dia akan meninggal esok hari.”

Aku kembali bersama Anakku dengan kegelisahan yang memuncak.

Sakit menyerang hatiku hingga kelopak mataku tak mampu terpejam untuk tidur dimalam hari itu.

Untuk menenangkan diri, aku pun segera shalat dan memohon jalan terbaik kepada Allah.

Setelah selesai shalat, aku langsung pergi dengan wajah bermuram durja meninggalkan istriku yang menangis sedih di dekat kepala anakku.

Aku terus berjalan di jalanan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk anakku.

Tiba-tiba, aku teringat pada sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam tentang sedekah yang berbunyi,
“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”

Namun aku bingung, siapa yang harus aku temui pada waktu malam seperti ini.
Aku bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan dikatakan oleh tuan rumah kepadaku jika aku melakukan itu?.

Dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba, ada seekor kucing kelaparan yang mengeong di kegelapan malam.

Aku pun segera teringat pada pertanyaan seorang sahabat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam,:
“Apakah berbuat baik pada binatang kami ada pahalanya?”.

Rasulullah menjawab,
“Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.”.
(HR Al Bukhari dan Imam Muslim)

Tanpa pikir panjang, aku pun segera kembali ke rumah, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu.

Aku menutup pintu belakang rumahku dan suara pintu itu bercampur dengan suara istriku yang bertanya,
“Mengapa engkau telah kembali kepadaku dengan begitu cepat?”

Akupun bergegas menuju ke arahnya dan mendapatkan wajah Istriku telah berubah. Dari permukaan wajahnya telah terlihat raut kegembiraan.

Ia berkata :
“Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan.

Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba, ada seekor burung hitam yang sangat besar dari langit yang terang hendak menyambar anak kita untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat!.

Tiba-tiba, muncul seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya terlibat perkelahian sengit.

Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu karena si burung badannya gemuk. Namun, akhirnya burung Elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi.”*

Syaikh ‘Abdul Hadi Mendengar cerita istrinya dia hanya tersenyum dan merasa gembira dengan kebaikan ini.

Melihat aku tersenyum, Istriku menatap ke arahku dengan terheran-heran.

Aku berkata kepadanya:
“Semoga semuanya menjadi baik.

Kami lalu bergegas mendekati anak kami.*
Kami tidak tahu siapa yang sampai terlebih dulu,tatkala penyakit demam itu sirna dan demam sang Anak sudah mereda begitu juga matanya sudah mulai terbuka.

Esok harinya, sang Anak sudah mau makan dan sehat seperti sedia kala serta bermain-main bersama anak-anak yang lain didesa ini.

Alhamdulillah.

Setelah Syeikh menceritakan kisah menakjubkan ini, anak tadi yg telah menjadi pemuda berumur 17 tahun, serta telah sempurna menghafalkan Al Qur’an dan menekuni ilmu Syar’i.

Ia menyampaikan nasehat yg mendalam kepada kaum muslimin diMasjid orangtuanya, Masjid Ar Ridwan diHalb disalah satu malam dari sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan yg penuh berkah.

======={{{{===={{{{======

Sahabat….

Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang doa ketika Allah menunda ijabah doa itu.

Dialah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya kepadamu, bukan menurut pilihan seleramu.

Kelak,pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.*
(Ibnu Atha’ilah)

Semoga Allahسبحا نه و تعالى ridhoi semua langkah kita dan kita bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas, juga mendapat hikmahnya*

ا مين ا مين ا مين يا رب العالمين

🌺 | Nusantara Cinta Rasul | 🌺

♡ Cinta Rasul International Community ♡

(gwa-swhs-ayat).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments