Google search engine
HomeHaji dan UmrohBP Haji Komit Tekan Biaya Haji 2025, Dorong Efisiensi hingga Gagasan Kampung...

BP Haji Komit Tekan Biaya Haji 2025, Dorong Efisiensi hingga Gagasan Kampung Haji

JAKARTA-kanalsembilan.com (2/8/2025)

Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menyatakan komitmennya untuk terus menekan biaya perjalanan haji Indonesia. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengeluaran jemaah dapat lebih efisien.

Kepala BP Haji, Irfan Yusuf Hasyim, mengungkapkan bahwa Presiden mengapresiasi penurunan biaya haji sebesar Rp 4 juta untuk tahun 2025. Namun, Presiden juga memberi isyarat agar efisiensi dapat terus ditingkatkan.

“Beliau bertanya, bisa nggak turun lagi? Bagi kami, itu bukan sekadar pertanyaan—itu perintah yang dikemas dalam bentuk pertanyaan. Insyaallah, kami akan berupaya mencari titik-titik efisiensi baru,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya, saat ditemui di kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).

Biaya Penerbangan Jadi Fokus Utama

Gus Irfan menjelaskan bahwa komponen terbesar dalam struktur biaya haji saat ini berasal dari sektor penerbangan, yang menyumbang hampir 39 persen dari total biaya sebesar Rp 89 juta per jemaah. Harga tiket pesawat rata-rata mencapai Rp 33 juta.

“Kalau sektor penerbangan bisa ditekan, dampaknya sangat signifikan terhadap total biaya haji. Misalnya jika bisa turun lima persen saja, pengurangan biayanya akan jauh lebih besar secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain penerbangan, sektor katering dan akomodasi juga menjadi beban besar. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 80 miliar per hari untuk kebutuhan makan jemaah selama di Arab Saudi.

Pemangkasan Masa Tinggal Jadi Opsi

Salah satu strategi efisiensi yang tengah dikaji BP Haji adalah pemangkasan masa tinggal jemaah di Tanah Suci. Jika durasi dapat dikurangi 2–3 hari, potensi penghematan bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kita sedang mempertimbangkan apakah masa tinggal bisa dipangkas. Tapi ini juga bergantung pada slot penerbangan, jadi tidak bisa diputuskan sepihak,” ujarnya.

Gagasan Kampung Haji: Layanan Terpadu dan Efisien

Sebagai terobosan jangka panjang, BP Haji juga tengah mengembangkan konsep Kampung Haji, sebuah kawasan layanan haji terintegrasi yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo. Gagasan ini telah diajukan ke otoritas Arab Saudi dan mendapat sambutan positif.

“Kampung Haji ini akan menjadi kawasan terpusat yang mencakup tempat makan, dapur, rumah sakit, hingga UMKM. Dengan sistem ini, jemaah tidak tercecer, dan layanan bisa lebih terkoordinasi,” ungkap cucu KH Hasyim Asy’ari tersebut.

Dengan pendekatan terintegrasi ini, layanan logistik, kesehatan, dan pembinaan ibadah bisa dikelola lebih efisien. Selain itu, pelibatan UMKM dalam kawasan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pendukung haji.

“Ini akan memudahkan koordinasi dan pembinaan jemaah secara menyeluruh. Itu yang kami harapkan ke depan,” tutup Gus Irfan. (Hajinews.co.id).

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments