Google search engine
HomeAgamaCara Menjaga Akidah

Cara Menjaga Akidah

Menjaga Akidah Sampai Akhir Hayat Husnul Khatimah ๐Ÿƒ(2 dari 2)

Abdurrahman Zahir Al-Minangkabawi

https://maribaraja.com/menjaga-akidah-sampai-akhir-hayat-husnul-khatimah/

CARA MENJAGA AKIDAH

1. Belajar tauhid secara global yang terperinci

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑู’ููŠู‚ู‹ุง ูŽูŠู„ู’ุชูŽู…ูุณู ูููŠู’ู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุณูŽู‡ู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุทูŽุฑููŠู’ู‚ู‹ุง ูุฅู„ู‰ูŽ ุงู’ู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€œBarang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.โ€ (HR. Muslim)

2. Mengamalkan ilmu dan memperbanyak ibadah

Imam Malik berkata:

Aku mendapati para ahli ilmu di negeri kami (Madinah) dimana mereka mencari dunia dan menuntut ilmu serta banyak berbaur dengan manusia. Hingga ketika mereka telah sampai pada umur 40 tahun, mulailah mereka meninggalkan banyak berbaur dengan manusia dan segera menyibukkan diri untuk akhirat hingga datang kematian kepada mereka. (Tafsir Al-Qurthuby: 17/390, Tafsir QS. Fathir: 37)

Abdullah bin Dawud Al-Khuraiby menggambarkan hal yang sama, tentang kebiasaan orang-orang shalih di masanya, ia berkata:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ุทูŽูˆูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูŽู‡ู

Diantara mereka apabila telah sampai umur 40 tahun maka ia melipat kasurnya. (Mawaโ€™izhu Ash-Shahabah: 111)

Abu Musa Al-Asyโ€™ari adalah seorang sahabat Nabi yang mulia, salah satu manusia terbaik yang banyak ibadahnya. Namun ketika bertambah usianya dan ia merasa ajal semakin mendekatinya maka ia pun bersungguh-sungguh untuk banyak beribadah, sampai-sampai para sahabat dan orang-orang dekatnya merasa kasihan dan memintanya untuk tidak terlalu memaksakan diri, akan tetapi ia justru menjawab dengan sebuah ungkapan yang sangat dalam yang masih terkenang hingga hari ini, ia berkata:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฎูŽูŠู’ู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูุฑู’ุณูู„ูŽุชู’ ููŽู‚ูŽุงุฑูŽุจูŽุชู’ ุฑูŽุฃู’ุณูŽ ู…ูŽุฌู’ุฑูŽุงู‡ูŽุง ุŒ ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽุชู’ ุฌูŽู…ููŠู’ุนูŽ ู…ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูŽู‚ููŠูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌูŽู„ููŠ ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ู ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ

โ€œSesungguhnya seekor kuda pacu ketika dilepaskan dan akan mendekati garis akhir maka ia akan mengerahkan semua tenaga dan upaya yang ada padanya. Sedangkan yang tersisa dari ajalku lebih sedikit dari hal itu.โ€

Abu Musa pun terus seperti itu hingga ia meninggal dunia. (Tarikh Al-Islam: 145, Tarikh Dimasq: 534)

3. Menjauhi segala macam bentuk kesyirikan dan kemunafikan diantaranya Riyaโ€™

Disebutkan dalam sebuah hadits:

ู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅู„ู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ูŠูู‚ุงุชูู„ู ุงู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽุŒ ูˆูƒุงู†ูŽ ู…ูู† ุฃุนู’ุธูŽู…ู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ุบูŽู†ุงุกู‹ ุนู†ู’ู‡ู…ู’ุŒ ูู‚ุงู„ูŽ: ู…ูŽู† ุฃุญูŽุจู‘ูŽ ุฃู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑูŽ ุฅู„ู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ู…ูู† ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ููŽู„ู’ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู’ ุฅู„ู‰ ู‡ุฐุง ููŽุชูŽุจูุนูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ุนู„ูŽู‰ ุฐู„ูƒูŽ ุญุชู‘ูŽู‰ ุฌูุฑูุญูŽุŒ ูุงุณู’ุชูŽุนู’ุฌูŽู„ูŽ ุงู„ู…ูŽูˆู’ุชูŽุŒ ูู‚ุงู„ูŽ ุจุฐูุจุงุจูŽุฉู ุณูŽูŠู’ููู‡ู ููŽูˆูŽุถูŽุนูŽู‡ู ุจูŠู’ู†ูŽ ุซูŽุฏู’ูŠูŽูŠู’ู‡ูุŒ ููŽุชูŽุญุงู…ูŽู„ูŽ ุนู„ูŠู‡ ุญุชู‘ูŽู‰ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู† ุจูŽูŠู’ู†ู ูƒูŽุชูููŽูŠู’ู‡ูุŒ ูู‚ุงู„ูŽ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุนูŽุจู’ุฏูŽ ู„ูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ูุŒ ูููŠู…ุง ูŠูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŒ ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆุฅู†ู‘ูŽู‡ ู„ูŽู…ูู†ู’ ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ูˆูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ูููŠู…ุง ูŠูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŒ ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆู‡ูˆ ู…ูู† ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูุŒ ูˆุฅู†ู‘ูŽู…ุง ุงู„ุฃุนู’ู…ุงู„ู ุจุฎูŽูˆุงุชููŠู…ูู‡ุง

Nabi ๏ทบ memandang seorang laki-laki yang sedang berperang melawan orang-orang musyrik, dan dia termasuk orang yang paling hebat bantuannya bagi kaum Muslimin. Maka beliau ๏ทบ bersabda: โ€œBarangsiapa yang ingin melihat seorang penghuni neraka, maka lihatlah orang ini.โ€ Lalu ada seseorang yang mengikutinya, dan dia terus mengamatinya sampai orang itu terluka, lalu dia ingin segera mati, maka dia meletakkan ujung pedangnya di tengah dadanya, kemudian menekannya hingga menembus punggungnya dan dia pun mati bunuh diri. Maka Nabi ๏ทบ bersabda: โ€œSesungguhnya ada seorang hamba yang beramal dengan amalan penghuni surga di mata manusia, namun dia adalah penghuni neraka. Dan ada yang beramal dengan amalan penghuni neraka di mata manusia, namun dia adalah penghuni surga. Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya (akhir hidupnya).โ€ (HR. Bukhari: 6493)

Syiar munafik: suka pamer (riya), karenanya Nabi sangat khawatir. Beliau bersabda:

ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ุงู„ุฃูŽุตู’ุบูŽุฑูยป.ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆู…ุง ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒู ุงู„ุฃูŽุตู’ุบูŽุฑู ูŠุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ุงู„ูŽ: ยซุงู„ุฑู‘ููŠูŽุงุกูยป.

โ€œSesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.โ€ Para sahabat bertanya: โ€œApa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab: โ€œRiyaโ€™ (pamer amal).โ€

Tiga golongan pertama diazab adalah orang yang berjihad, belajar dan mengajar agama, bersedekah tapi riya. (dalam HR. Muslim1905)

4. Mewaspadai cinta buta dunia

Imam โ€˜Abdul Haq Al-Isybili berkata : โ€œadapun penyebab โ€œterbesarnyaโ€ (su-ul khatimah) adalah; โ€œtenggelamโ€ dalam dunia, berpaling dari โ€œakhiratโ€ dan melakukan kemaksiatan kepada allah taโ€™alaโ€ (al-โ€˜aaqibah fii dzikril maut 178)

Disebutkan dalam riwayat bahwa:

ุญูุจู‘ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฑูŽุฃู’ุณู ูƒูู„ู‘ู ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉู

โ€œCinta dunia adalah pangkal dari segala dosa.โ€

Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู‡ูŽู…ู‘ูŽู‡ู ููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู€ู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ู†ููŠู‘ูŽู€ุชูŽู‡ู ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุบูู†ูŽุงู‡ู ููู€ูŠู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูŽู€ุชู’ู‡ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ู€ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ูู€ูŠูŽ ุฑูŽุงุบูู…ูŽู€ุฉูŒ

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allรขh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allรขh Azza wa Jalla akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. [HR. Ahmad, V/183; Ibnu Mรขjah, no. 4105; Ibnu Hibbรขn, no. 72-Mawรขriduzh Zham-รขn; dan al-Baihaqi, VII/288 dari Sahabat Zaid bin Tsรขbit Radhiyallahu anhu. Silsilah al-Ahรขdรฎts ash-Shahรฎhah, no. 950]

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ู…ูุญูุจู‘ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽูƒู‘ู ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซู : ู‡ูŽู…ู‘ูŒ ู„ูŽุงุฒูู…ูŒ ุŒ ูˆูŽุชูŽุนูŽุจูŒ ุฏูŽุงุฆูู…ูŒ ุŒ ูˆูŽุญูŽุณู’ุฑูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ู‚ูŽุถูู‰.

Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal : kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus; kecapekan (keletihan) yang berkelanjutan; dan penyesalan yang tidak pernah berhenti. [Ighรขtsatul Lahafรขn, I/87-88 dan lihat Mawรขridul Amรขn al-Muntaqa min Ighรขtsatil Lahafรขn, hlm. 83-84]

Dikisahkan, ada seorang muadzin yang sangat rajin adzan dan shalat. Dia sangat taat beribadah dan sering di masjid. Suatu hari, dia melihat ke rumah seorang Nasrani yang berada di bawah me- nara masjid, ternyata dia melihat putri penghuni rumah dan lang- sung jatuh cinta padanya. Dia pun meninggalkan adzannya dan turun menuju rumahnya. Wanita tersebut mengatakan: โ€œApa yang Anda inginkan?โ€ Muadzin menjawab: โ€œSaya menginginkan dirimu.โ€ Wanita itu bertanya: โ€œKenapa begitu?โ€ Dia menjawab: โ€œAku telah jatuh cinta padamu.โ€ Wanita itu berkata: โ€œSaya tidak mau berbuat dosa.โ€ Muadzin berkata: โ€œAku akan menikahimu.โ€ Wanita itu men- jawab: โ€œKamu seorang muslim dan saya seorang nasrani, ayahku jelas tidak akan merestui.โ€ Muadzin berkata: โ€œSaya akan beragama Nasrani.โ€ Akhirnya, dia pun menjadi pemeluk agama Nasrani agar bisa menikahi wanita itu dan tinggal bersamanya, tetapi sebelum menikah dia menaiki loteng rumahnya dan terpeleset lalu meni- nggal dunia. (At-Tadzkirah fi Umuril Akhirah oleh Al-Qurthubi him. 43)

5. Banyak bertaubat, beristighfar dan berdoโ€™a

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ๏ทบ pernah bersabda:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชููˆุจููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุชููˆุจู ูููŠ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุงุฆูŽุฉูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู

โ€œWahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam satu hari sebanyak seratus kali.โ€ (HR. Muslim: 2702)

Rasulullah ๏ทบ saja pada akhir hayatnya semakin sering beristighfar, bertakbir, dan memuji Allah, terlebih lagi pada saat turunnya Surat an-Nashr yang memberi isyarat dekatnya ajal beliau. Aisyah berkata, Rasulullah ๏ทบ memperbanyak membaca doโ€™a terlebih ketika rukuk dan sujud:

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ

Maha Suci Engkau wahai Allah, aku memuji-Mu, ampunilah aku. (HR. Bukhari)

Disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah ๏ทบ sering berdoโ€™a dengan doโ€™a:

ูŠูŽุง ู…ูู‚ูŽู„ู‘ูุจูŽ ุงู„ู‚ูู„ููˆุจู ุซูŽุจู‘ูุชู’ ู‚ูŽู„ู’ุจููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ููƒูŽ

โ€œWahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.โ€ (HR. Tirmidzi: 2140, Ibnu Majah: 3834. al-Silsilah ash-Shahihah no. 2091)

6. Mencari lingkungan (teman-teman) yang shalih

Ulama Tabiโ€™in, Mujahid berkata : โ€œBarangsiapa mati, maka akan datang di hadapan dirinya orang yang satu majelis (setipe) dengannya. Jika ia biasa duduk di majelis orang yg selalu menghabiskan waktu dalam โ€˜kesia-siaanโ€™, maka itu yang menjadi โ€˜temannyaโ€™ saat sakaratul maut. Tapi jika di kehidupannya ia selalu duduk bersama Ahli Dzikir (yg senantiasa ingat Allah), maka itulah yang menjadi โ€˜Temanโ€™ yang akan menemaninya saat โ€œSakaratul Mautโ€ (At-Tadzkirah Imam Al-Qurthubi I/38)

Banyak penyesalan di akhirat nanti lantaran sahabat-sahabat yang buruk ini.

Allah berfirman:

ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽุนูŽุถู‘ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ุชูŽู†ููŠ ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐู’ุชู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง ุŒ ูŠูŽุง ูˆูŽูŠู’ู„ูŽุชูŽู‰ูฐ ู„ูŽูŠู’ุชูŽู†ููŠ ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุชู‘ูŽุฎูุฐู’ ููู„ูŽุงู†ู‹ุง ุฎูŽู„ููŠู„ู‹ุง ุŒ ู„ู‘ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุถูŽู„ู‘ูŽู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ุฌูŽุงุกูŽู†ููŠ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู„ูู„ู’ุฅูู†ุณูŽุงู†ู ุฎูŽุฐููˆู„ู‹ุง

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: โ€œAduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasulโ€. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (QS. Al-Furqan: 27-29)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments