Google search engine
HomePemerintahanHujan Kembali Mengguyur Surabaya, Pemkot Pastikan Tidak Ada Genangan Signifikan

Hujan Kembali Mengguyur Surabaya, Pemkot Pastikan Tidak Ada Genangan Signifikan

SURABAYA-kanalsembilan.com (24 jUNI 3036)

Hujan kembali mengguyur Kota Surabaya pada Rabu (24/6/2026) dini hari. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan tidak terjadi genangan signifikan seperti yang sempat muncul pada 22–23 Juni lalu. Kondisi ini didukung oleh intensitas hujan yang relatif lebih ringan dan penyebarannya yang lebih merata, sehingga tidak terkonsentrasi di titik-titik rawan di dalam kota.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, kondisi tersebut membuat sistem drainase kota mampu mengalirkan air dengan baik. “Alhamdulillah tidak terjadi seperti kemarin. Hujannya juga tidak seintens sebelumnya,” jelasnya, Rabu (24/6/2026).

Ia menambahkan, hujan yang terjadi tidak hanya turun di Surabaya, tetapi juga di wilayah penyangga seperti Sidoarjo hingga Gresik. Kondisi ini berbeda dengan peristiwa hujan sebelumnya yang bersifat sangat terpusat di beberapa titik, disertai pasang air laut yang memperparah genangan.

Menurutnya, kombinasi faktor tersebut pada kejadian sebelumnya berada di luar pola normal, bahkan disebut tidak sesuai prediksi umum BMKG, sehingga menyebabkan genangan di sejumlah lokasi.

Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem berikutnya, Pemkot Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan. Sejumlah mobil Pemadam Kebakaran (PMK) disiagakan di titik-titik rawan untuk mempercepat penanganan jika terjadi hambatan aliran air atau sumbatan drainase.

“Kalau ada sumbatan, kita lakukan penanganan cepat agar aliran air kembali lancar,” ujar dia.

Pemkot Surabaya juga memastikan seluruh perangkat penanganan telah siaga sejak dini hari. Pemantauan lapangan dilakukan sejak pukul 02.00 WIB untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan, meski hingga saat ini kondisi kota dilaporkan relatif aman.

“Saya mulai berkeliling sejak pukul 02.30 WIB. Alhamdulillah, tidak ada kejadian yang mengejutkan. Semoga kondisi seperti ini dapat terus terjaga, sambil tetap bersiap jika sewaktu-waktu terjadi perubahan situasi seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Surabaya memperkuat strategi pengendalian banjir dengan memperluas dan mengoptimalkan area penampungan air atau bozem. Di tengah keterbatasan ruang terbuka akibat pesatnya pembangunan, pemerintah juga berencana mengembalikan fungsi sejumlah lahan IPT (izin pemakaian tanah) serta fasilitas umum menjadi area resapan guna meningkatkan kapasitas tampung air kota ke depan.

“Di tengah keterbatasan ruang terbuka akibat pesatnya pembangunan, pemerintah kota berencana mengembalikan fungsi sejumlah lahan sebagai daerah resapan air. Termasuk di antaranya lahan fasilitas umum yang telah beralih fungsi,” terangnya.

Ia menegaskan penanganan banjir tidak hanya difokuskan pada solusi sesaat, tetapi juga jangka panjang. “Penanganan banjir tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga harus dirancang untuk jangka panjang. Kita tidak hanya berpikir hari ini, tetapi juga beberapa tahun ke depan,” tegasnya.

Dalam peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah kawasan yang mengalami alih fungsi lahan tanpa didukung sistem drainase yang memadai, termasuk area yang diuruk dan kemudian dimanfaatkan untuk pergudangan tanpa saluran air yang jelas, seperti di kawasan Romokalisari. Kondisi ini dinilai berpotensi memperburuk aliran air saat hujan deras.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya akan memanggil pihak terkait, termasuk pengelola kawasan industri dan pergudangan, untuk memastikan setiap pembangunan wajib menyediakan sistem drainase yang memadai di sekitarnya, sebagaimana telah diterapkan di beberapa kawasan lain di Surabaya.

“Saya minta Cipta Karya (DPRKPP) untuk memanggil agar membangun saluran drainase di depan area masing-masing, seperti di Kalirungkut sehingga kawasan tersebut tidak lagi mengalami banjir,” pungkasnya. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments